Kasus Begal Marak di Palu

Kasus Begal Marak di Palu

PALU – Maraknya aksi begal (Jamret dengan kekerasan) di kota besar ternyata juga terjadi di Kota Palu. Sadisnya, para pelaku, selain merampas harta be...

Bukan Napi Koruptor, Presiden Tegaskan Pembebasan Hanya untuk Napi Tipidum
Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan

PALU – Maraknya aksi begal (Jamret dengan kekerasan) di kota besar ternyata juga terjadi di Kota Palu. Sadisnya, para pelaku, selain merampas harta benda korban, juga tega menganiaya korban yang didominasi perempuan.

Salah satu dari kelompok begal akhirnya berhasil diamankan aparat Polres Palu belum lama ini. Tidak tanggung-tanggung, pelaku yang diketahui bernama Ibrahim (27) sudah beraksi di hampir 9 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Kepada wartawan, Kapolres Palu, AKBP Basya Radyananda Selasa (3/3) kemarin mengungkapkan, banyaknya laporan aksi-aksi penjambretan, yang dilakukan kelompok begal kurun waktu sebulan terakhir, membuat aparat Polres Palu mengerahkan kekuatan penuh untuk memburu para pelaku.

“Laporan-laporan yang masuk kepada kami sudah cukup banyak, sehingga kami langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Hasilnya satu pelaku berhasil kita tangkap, sementara teman pelaku berhasil melarikan diri, dan masih kami buru,” sebut Kapolres.

Dari pengakuan pelaku, polisi dapat menarik kesimpulan, bahwa beberapa kejadian yang terjadi di Kota Palu dilakukan oleh kelompoknya. Sebab, melihat cara kerja, dan yang menjadi sasaran korban, juga waktu untuk melakukan aksinya hampir sama dengan sejumlah laporan yang masuk ke pihak kepolisian. “Cara-caranya, seperti memepet motor korban, kemudian merampas barang bawaan ketika korban melawan, langsung dianiaya dipukul hingga dibacok. Tempat yang dipilih juga di jalur yang sepi dari patroli petugas,” terangnya.

Kelompok dari pelaku ini, diketahui juga bekerjasama dengan warga dari luar Kota Palu. Barang-barang hasil curian, selanjutnya dijual ke luar Kota Palu. Polisi sendiri masih mengembangkan kasus ini untuk membongkar kelompok begal, bersama dengan penadah barang-barang curian tersebut. “Kita berharap upaya pengejaran ini bisa menurunkan angka aksi begal dan jambret di jalanan,” kata Kapolres. Tidak hanya merampas barang bawaan, para pelaku juga kerap mengambil motor yang dikendarai korbannya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Hadi Kristanto menjelaskan, penangkapan terhadap Ibrahim bermula dari laporan korban, yang mengalami pencurian dengan kekerasan pada 1 Maret 2014 lalu. Tersangka yang saat melakukan aksinya dibonceng oleh rekannya yang masuk daftar pencarian orang, merampas tas milik korban dan menganiaya hingga korban terjatuh. “Menerima informasi anggota yang berpatroli berhasil menangkap satu pelaku, namun temannya berhasil kabur dan meninggalkan kendaraanya,” ungkap Hadi.

Masih menurut dia, kelompok ini sendiri, sengaja mengincar perempuan dan anak laki-laki remaja sebagai targetnya. Perempuan dan anak remaja, mereka nilai lemah dan gampang untuk dirampas barang-barang berharganya saat mengendarai sepeda motor. Dalam aksinya kelompok begal selalu membawa senjata tajam. Adapun titik-titik rawan aksi begal di antaranya di wilayah Palu Timur dan Palu Selatan. Ibrahim bersama rekannya diidentifikasi sebagai residivis dalam berbagai kejahatan, seperti curanmor dan pencurian lainnya.

Tidak hanya pelaku jambret yang terus disikat aparat Polres Palu, namun juga jadi perhatian aparat, yakni aksi-aksi premanisme. Polres Palu kurun waktu Januari hingga Maret, telah mengamankan 245 orang yang dicurigai preman, namun hanya 18 orang yang dilanjutkan ke proses hukum, karena terkait tindak pidana. Sementara sisanya dilakukan pembinaan oleh pihak kepolisian. Sejumlah barang bukti seperti senjata tajam dan senjata api rakitan, jenis dum-dum milik pelaku begal serta premanisme juga turut diamankan petugas. (af/*)

Sumber: Radar Sulteng