19 Lembaga Kemahasiswaan Untad Dikukuhkan

19 Lembaga Kemahasiswaan Untad Dikukuhkan

PALU – Sedikitnya 19 lembaga di lingkungan Universitas Tadulako, Senin (19/1), dikukuhkan oleh Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir Muhamma...

Pegawai Kejati: Dosen Dipanggil sebagai Saksi untuk Lengkapi Materi Pemeriksaan
Arus Abdul Karim Nakhodai Golkar Sulteng
Rupiah Baru, Salah Satu yang Teraman di Dunia

PALU – Sedikitnya 19 lembaga di lingkungan Universitas Tadulako, Senin (19/1), dikukuhkan oleh Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS. Pengukuhan tersebut berlangsung di gedung rektorat Untad.

Prof Basir, sapaan akrab rektor, dalam sambutannya mengungkapkan lembaga kemahasiswaan atau organisasi adalah bagian yang tidak terpisahkan sebagai penguatan diri mahasiswa, sebelum terjun ditengah masyarakat.

“Karenanya itu bila dalam proses berorganisasi terdapat banyak kekurangan dan kelemahan, itu adalah ciri-ciri apa yang kita lakukan hari ini adalah proses pembelajaran. D an ini adalah bagian terpenting dari latihan-latihan sebelum terjun ke masyarakat,” ujarnya.

Pada intinya, ia berharap agar mahasiswa yang tergabung dalam lembaga kemahasiswaan tidak mempersoalkan segala kekurangan, kesalahan dan kelemahan selama berproses di dalam kampus.
“Perlu di ketahui kalau tidak salah di Untad ada sekitar 27 ribu lebih mahasiswa. Namun pertanyaan ada berapa orang yang menjadi pengurus lembaga kemahasiswaan? Hanya sedikit saja dan kalianlah di antaranya. Itulah saya katakan bahwa kalian adalah pilihan terbaik diantara 27 ribu mahasiswa itu,” tegasnya.

Prof Basir kemudian berpesan kepada seluruh mahasiswa yang dikukuhkan apabila nantinya terpilih untuk memimpin dalam masyarakat, maka proses berlembaga di kampus yang akan menjadi penguatan.

“Apa yangadik-adik rasakan hari ini sudah saya rasakan. Bagaimana mengatur komunikasi dengan orang lain , bagaimana bersikap bila ada isu, tudingan, dan jadikan itu semua adalah bagian dalam proses ini. Olehnya sekali lagi, jangan mudah tersinggung, dan jangan mudah kecil hati jika mendapat terpaan isu, tapi jadikan itu sebagai proses pembelajaran, intinya harus saling menghargai antar sesama, karena perbedaan pendapat itu biasa,”pungkasnya.(af/*)

Sumber: Radar Sulteng

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: