Ada Oknum Mahasiswa Berprofesi Sebagai Pencuri Ranmor

Ada Oknum Mahasiswa Berprofesi Sebagai Pencuri Ranmor

LOKASI SASARAN KAMPUS SENDIRI   Banyaknya dan begitu maraknya pencurian kendaraan bermotor, khususnya roda dua di kampus-kampus yang menimpa bany...

Pegawai Kejati: Dosen Dipanggil sebagai Saksi untuk Lengkapi Materi Pemeriksaan
Sesuai Prosedur, Polda Metro Minta Hakim Tolak Praperadilan Buni Yani
Ekspos Perkara dan Rekaman, Roky Ikut Halangi Tugas Polisi

LOKASI SASARAN KAMPUS SENDIRI

 

Banyaknya dan begitu maraknya pencurian kendaraan bermotor, khususnya roda dua di kampus-kampus yang menimpa banyak perguruan tinggi di Indoneia, bukan isapan jempol.

Di Pulau Jawa, banyak Perguruan Tinggi yang menjadi sasaran pencurian Ranmor roda dua, yang ternyata pelakunya adalah oknum mahasiswa sendiri sehingga sulit dideteksi. Risnawati, mahasiswa Fakultas Sastra sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jawa Tengah mengatakan, seringnya kehilangan motor di kampus tempat dia menimba ilmu karena otak pencurinya adalah oknum mahasiswa sendiri. Pihak Security kesulitan mendeteksi, kata Risnawati karena lincahnya oknum mahasiswa pencuri dalam melihat situasi dan kondisi kampus.

Beda Risnawati beda lagi dengan Purwanto, yang mengaku juga kehilangan motor yang dicuri kakak tingkatnya dari Fakultas Ekonomi. Sebagai sahabat, kata Purwanto, dirinya tidak menyangka jika sahabat sehari-harinya di kampus adalah peluncur komplotan pencurian kendaraan roda dua dalam kampus. Bahkan, kata Purwanto, hari-hari sahabatnya itu yang biasa disama Med, naik mobil CR-V ke kampus, sehingga siapa sangka Med ini adalah peluncur yang memata-matai setiap mahasiswa yang mau parkir motornya.

“Mereka itu bagian dari jaringan komplotan penjahat. Di kampus mereka bergaul seperti biasa, padahal justru merekalah mata-mata jaringan komplotan itu,” ujar Purwanto, mahasiswa Pendidikan IPS itu.

Purwanti melanjutkan, modus yang dilakukan oleh komplotan itu, setelah motor target sudah aman, maka Med mengontak komplotannya untuk segera bergerak ke kampus dengan sasaran yang sudah jelas dan aman dari pantauan. Hanya hitungan menit, motor sasaran bisa melayang.

Purwanto menyarankan kepada sahabat-sahabatnya untuk tidak mudah memercayai teman dekat. Dirinya salah seorang di antara banyak korban akibat teman dekatnya itu jadi peluncur Curanmor.

“Saya tidak menyangka teman sendiri bisa setega itu. Dan itu sudah terbukti oleh aparat berwajib,” ujar mahasiswa asal Klaten itu.

Awalnya, ketika Med ini patah kakinya dan lebam mukanya dihantam masyarakat saat tertangkap tangan dalam penggerebegan, banyak mahasiswa di kampusnya yang peduli karena dianggap mahasiswa ini korban pemukulan. Namun setelah diketahui bahwa Med adalah mata-mata komplotan pencurian kendaraan roda dua, maka tidak seorang pun yang membelanya.

Bahkan, aksi sebaliknya dilakukan. Mahasiswa ramai-ramai ke pihak Rektorat meminta agar oknum Med dipecat. Waspadalah, kata Purwanto, pencurian motor dalam kampus semakin marak karena pelakunya adalah orang dalam. Keluarkan oknum mahasiswa pencuri kendaraan dari dalam kampus. Selain tak bermoral, juga ibarat pribadi yang menggunting kain dalam lipatan. Penjahat berkedok ilmuwan muda. Oknum komplotan pencuri dalam kampus itu tidak layak dipertahankan statusnya sebagai mahasiswa. Drop Out mereka dari kampus. Di mana sering terjadi kehilangan helem dan motor, di situ dipastikan ada oknum mahasiswa yang berprofesi sebagai peluncur komplotan Curanmor, tutup Purwanto mengenang nasib apes yang menimpanya karena ulah oknum mahasiswa sahabatnya. (ss*yud/net/pic/***)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: