Air di Desa Pinapuan, Pagimana, Banggai Tercemar

Air di Desa Pinapuan, Pagimana, Banggai Tercemar

PALU – Sumber air tanah yang berada di desa Pinapuan dan Hohudungan, Kec. Pagimana, Kab. Banggai tercemar oleh timbunan material perusahaan tamb...

Ada Perubahan Gambar Pahlawan, BI Akan Desain Uang NKRI
Presiden Jokowi Sumbang Hewan Kurban di Sulteng
Urus Berkas Sampai Seminggu, Kinerja Kadis Dikbud Banggai Dikeluhkan

PALU – Sumber air tanah yang berada di desa Pinapuan dan Hohudungan, Kec. Pagimana, Kab. Banggai tercemar oleh timbunan material perusahaan tambang nikel di wilayah tersebut. Indikasinya, air yang mengalir dari pipa-pipa warga berwarna coklat dan penuh dengan lumpur.

Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Pinapuan, Wilson Djaka kepada wartawan di Palu, Kamis (5/2) menyebutkan, tercemarnya air di wilayah itu sejak 2012 lalu. “Ini juga sudah diteliti oleh Dinas Kesehatan, dan dikatakan agar tidak dikonsumsi karena berbahaya bagi kesehatan,” kata Wilson.

Wilson yang secara khusus datang ke Palu untuk menemui wartawan itu mengatakan, sudah berkali-kali hal ini disampaikan kepada pemerintah setempat mulai dari tingkat desa hingga tingkat kabupaten, namun tidak mendapat tanggapan.

“Apa boleh buat, terpaksa kami cari wartawan untuk memberitakan ini karena pemerintah disana (Banggai) tidak menggubrisnya. Mudah-mudahan ini bisa diberitakan agar mereka (pemerintah) semua dapat mengambil langkah-langkah pencegahan, terutama warga di kedua desa tersebut yang jumlahnya mencapai 500-an Kepala Keluarga terhindar dari penyakit,” harapnya.

Sesungguhnya kata Wilson, dirinya bersama warga desa lainnya sudah menyampaikan hal ini pula kepada pihak perusahaan, dalam hal ini PT. Astima yang mengelola pertambangan nikel di wilayah itu. “Tapi kami hanya diberi kompensasi sebesar Rp50 juta. Uang itu kami bagi-bagi kepada seluruh KK, jatuhnya sekitar Rp300 ribu per kepala keluarga,” urainya.

Nilai itu sebutnya tentu saja sangat tidak sebanding dengan ancaman penyakit yang dihadapi oleh warga kedua tersebut. Bahkan menurut Wilson, di kedua desa tersebut sejumlah warga sudah mulai ada yang gatal-gatal dan terkena penyakit kulit termasuk dirinya. (af)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: