Bahan Bakar Tambahan Untungkan Yamaha-Honda

Bahan Bakar Tambahan Untungkan Yamaha-Honda

SEPANG – Ketika kelas Open diperkenalkan musim lalu, para rider pabrikan iri dengan fasilitas tambahan bahan bakar yang diberikan. Bintang Movistar Ya...

Ada Perubahan Gambar Pahlawan, BI Akan Desain Uang NKRI
Polisi Tangkap Sulthan Prayuda Putra, Oknum Mahasiswa yang Bawa Narkoba dalam Tas Menuju Kampus
Helikopter TNI AD Jatuh di Poso, Dandrem 132/Tadulako Gugur

SEPANG – Ketika kelas Open diperkenalkan musim lalu, para rider pabrikan iri dengan fasilitas tambahan bahan bakar yang diberikan. Bintang Movistar Yamaha Jorge Lorenzo yang dirundung masalah selama uji coba pramusim 2014, saking frustrasinya, sampai mengatakan, ’’Berikan kepada saya bahan bakar lebih dan saya akan lebih kencang.’’

Keinginan Lorenzo itu baru terjawab pada 2016. Perubahan regulasi tentang penyeragaman ECU (engine control unit) untuk musim 2016 bakal berdampak pada penyesuaian batas pengisian bahan bakar.

Bagi para pembalap tim utama dari Yamaha dan Honda yang selalu menguasai setiap balapan MotoGP sejak 2010, mereka akan mendapat tambahan 2 liter tahun depan. Jadi, nanti para rider kelas factory itu boleh mengisi tangki motornya sampai 22 liter.

Sementara itu, Ducati, Suzuki, dan Aprilia yang belum membukukan satu pun kemenangan di balapan kering masih terus mendapat fasilitas 24 liter. Revisi tersebut dilakukan sebagai kompensasi merosotnya top speed saat ECU motor MotoGP diseragamkan dengan menggunakan produk Magnetti Mareli.

Jika melihat catatan top speed musim lalu, rider Ducati Andrea Iannone justru sukses menjadi pembalap tercepat dengan mencatatkan 349,6 km/jam. Sekadar mengingatkan, Ducati yang memilih berlaga di kelas Open musim lalu menggunakan ECU standar Magnetti Mareli.

Nah, bagaimana kencangnya motor 2016 dengan tambahan 2 liter bahan bakar?

Direktur Teknologi MotoGP Corrado Cecchinelli justru punya pandangan berbeda. Menurut dia, top speed motor 2016 tidak akan melonjak terlalu jauh sehingga membahayakan pembalap.

’’Menurut pengetahuan saya, akan sangat sulit menghemat bahan bakar pada kondisi top power. Normalnya, mereka menghemat bahan bakar saat mengerem dan akselerasi. Jadi, tidak akan jauh berbeda pada top speed-nya,’’ papar Cecchinelli kepada Crash.

Kondisi tersebut bakal ditambah perubahan ban dari Bridgestone ke Michelin pada musim 2016. Adaptasi dengan ban baru akan mengubah gaya balap pembalap hingga butuh waktu untuk mencapai performa maksimal. Menurut Cecchinelli, lap time bisa turun sampai 2 detik. Tapi, jika mengesampingkan faktor lain di luar ban, performa motor 2016 tidak akan jauh berbeda dengan saat ini.

’’Software ECU kami secara umum akan sedikit kurang sebanding dengan ECU milik pabrikan. Tapi, tambahan bahan bakar akan membantu mendongkrak performanya. Jadi, akan lebih seimbang,’’ tuturnya. (af/*)

Sumber: jawapos

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: