Bangun Sinergi, Untad-Polda Sulteng Kerjasama

Bangun Sinergi, Untad-Polda Sulteng Kerjasama

PALU – Dalam upaya mencegah segala bentuk tindakan yang dapatmenyeret ke aspek hukum dan pidana korupsi di lembaga yang dipimpinnya, Rektor Untad, Pro...

Hasil Lab Keluar, Bupati Morut Positif Covid-19
Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan
Bukan Napi Koruptor, Presiden Tegaskan Pembebasan Hanya untuk Napi Tipidum

PALU – Dalam upaya mencegah segala bentuk tindakan yang dapatmenyeret ke aspek hukum dan pidana korupsi di lembaga yang dipimpinnya, Rektor Untad, Prof DR Ir Muh Basir Cyio SE MS mengunjungi Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Idham Azis di Mapolda Sulteng, Sselasa (18/11/2014). Kunjungan silaturahmi itu sekaligus mengawali kerjasama bimbingan hukum di lembaga tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab di ruang kerja Kapolda seperti dilaporkan Radar Sulteng edisi Rabu (19/11/2014) itu, Rektor Untad lebih banyak meminta saran serta bimbingan Idham Azis selaku Kapolda Sulteng, terkait bidang hukum. Dikatakan Basir, bahwa Untad sejak beberapa tahun terakhir, memang selalu mendapat bimbingan dari pihak kepolisian.

Bimbingan tersebut pun, diharapkan pula berlangsung selama kepemimpinan Idham Azis yang baru menjabat sebagai Kapolda. Rektor mengungkapkan, latar belakang pendidikannya adalah pertanian, sehingga perlu mendapat bimbingan dan petunjuk terkait teknis hukum administrasi agar tidak berbenturan dengan penyimpangan. “Alhamdulillah, selama ini baik dari Kapolda, maupun Kajati serta lembaga seperti BPKP selalu membimbing dan mengawasi kami,” jelasnya.

Lanjut Prof Basir, ilmuwan sejatinya bukan saja dilihat dari ilmu yang dimilikinya, namun bagaimana cara menerima ilmu dari orang lain. Dia pun menyadari, terkait masalah hukum dirinya masih awam, sehingga memang perlu mendapat bimbingan dari yang memang paham tentang hal tersebut. “Soal hukum saya bukan hanya nol tapi minus untuk itu lah kita minta dibimbing oleh Kapolda. Jangan sampai sudah jadi master, atau doktor kemudian jadi orang takabur, padahal semua ilmu juga harus kita ketahui,” ungkap Rektor.

Lebih jauh disampaikan Rektor, bahwa dirinya sudah berkomitmen, jika ada pejabat ataupun pegawai di lingkungan Untad yang melakukan penyimpangan, dirinya menyerahkan sepenuhnya pada penegakan hukum. Hal ini dibuktikan dengan dibentuknya tim independen, yang terdiri dari pihak kepolisian, kejaksaan, BPKP, LSM serta wartawan yang memantau segala kegiatan proyek yang ada di Untad. “Kalau ada tanda-tanda mengarah ke tindakan melawan hukum kita serahkan ke tim ini untuk dilakukan penindakan. Saya sudah sampaikan kepada seluruh pejabat dan pegawai di Untad agar jangan mencari rezeki yang tidak halal,” terangnya.

Sementara itu, Kapolda Idham Azis mengapresiasi keinginan dari Rektor Untad. Menurut dia, sebagai aparat hukum, Polda Sulteng memang berkontribusi membantu civitas akademika Untad untuk terhindar dari masalah hukum. Salah satunya dengan memberikan bimbingan hukum. “Kita selalu ingin membangung silahturahmi dengan semua stakeholder termasuk Untad. Salah satunya melalui kontribusi dengan memberikan saran ataupun masukkan hukum semacam ini,” kata Kapolda.

Pun demikian halnya, Polda Sulteng juga mengharapkan kontribusi dari Untad, membantu mengkaji permasalahan sosial, seperti bentrok warga yang kerap terjadi. Akar masalahnya itu, memang perlu kajian dari akademisi Untad, baik dari sisi psikologi maupun antropologinya. “Inilah bentuk dari sinergi dan sinkronisasi yang mulai kita bangun dengan silahturahmi ini dan komunikasi yang baik,” pungkasnya. Diakhir pertemuan Rektor Untad, Basir Cyio mendapat cendramata dari Idham Azis, tanda silahturahmi kedua lembaga tersebut. (af/*)

Sumber: Radar Sulteng

 

CEGAH ///

 

Kapolda Sulteng Juga Harapkan Kontribusi Untad