Biogas Kawatuna Belum Dimanfaatkan Secara Optimal

Biogas Kawatuna Belum Dimanfaatkan Secara Optimal

PALU – Proyek kelistrikan dengan memanfaatkan biogas dari sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna belum dimanfaatkan secara optimal karena ha...

Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan
Hasil Lab Keluar, Bupati Morut Positif Covid-19

PALU – Proyek kelistrikan dengan memanfaatkan biogas dari sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna belum dimanfaatkan secara optimal karena hanya menerangi daerah sekitar TPA tersebut. Padahal ide dasar pengadaan listrik biogas hasil kerjasama dengan pemerintah Swedia itu adalah untuk membantu penerangan warga, terutama yang berada di sekitar kawasan itu.

Masalahnya adalah pada jaringan yang sejak diresmikannya April lalu, hingga kini belum tersedia. Kendalanya menurut pemerintah, untuk membangun jaringan ke rumah-rumah warga membutuhkan dana yang cukup besar. Tak ayal lagi, instalasi listrik berkapasitas lebih kurang 1 Mega Watt itu hanya digunakan untuk lampu-lampu penerangan sekitar tempat sampah.

Belum optimalnya pemanfaatan biogas itu mendorong pemerintah Swedia untuk menekan pemerintah Kota Palu agar semangat dasar pembangunan sarana listrik, yakni penerangan bagi lingkungan sekitarnya dapat segera direalisasikan.

Seperti diansir di Harian Umum Radar Sulteng edisi Senin (13/10/2014), Dubes Swedia mengutus sejumlah perwakilannya untuk memantau perkembangan pemanfaatan tenaga listrik yang sudah dibangunnya di Kawatuna itu. Alhasil, Natasya Johanan menemukan ketidakoptimalan pemanfaatan itu karena belum dinikmati oleh warga sekitarnya.

“Kerja sama proyek Bio Gas di Palu ini telah berjalan namun belum termanfaatkan serta belum dirasakan masyarakat sekitar. Belum ada manfaat yang dirasakan oleh warga, sehingga target dari keberadaan proyek bersama tersebut belum tercapai,” tegasnya kepada wartawan.

Natasha berharap Pemkot Palu dapat segera memanfaatkan energi itu untuk dialirkan pada warga sekitar agar tercipta persepsi bersama bahwa sampah memang sesungguhnya bisa menjadi alternatif energi yang memberi manfaat besar.

Atas desakan itu, Sekretaris Kota Palu, Drs. H Aminudin Atjo berjanji akan terus mendorong dan berusaha secepatnya mengalirkan arus listrik bersumber bio gas ke masyarakat sekitar. “Pemkot tentunya akan berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat di sekitar Kawantuna dapat memanfatkan arus listrik tersebut. (af/*)