BLH Sebut Pembangunan Unit 3 dan 4 PLTU Melalui Kajian

BLH Sebut Pembangunan Unit 3 dan 4 PLTU Melalui Kajian

PALU –Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palu menyebut pembangunan unit 3 dan 4 oleh PLTU Palu di Kelurahan Mpanau, Kecamatan Taweli telah melalu kajia...

Pengamat Sosial: Mahasiswa Sudah Cerdas, Tidak Mudah Dimanfaatkan untuk Ambisi Politik atau Jabatan
Kata Presiden Jokowi Soal 12 Pahlawan di Rupiah Baru
Urus Berkas Sampai Seminggu, Kinerja Kadis Dikbud Banggai Dikeluhkan

PALU –Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palu menyebut pembangunan unit 3 dan 4 oleh PLTU Palu di Kelurahan Mpanau, Kecamatan Taweli telah melalu kajian dan dinyatakan layak dari aspek lingkungan. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Dampak Lingkungan BLH Palu, Ahdari Dj Supu saat di konfirmasi oleh Radar Sulteng, Minggu (22/3).

Ahdari mengungkapkan bahwa untuk pembangunan unit 3 dan 4 oleh PLTU tersebut telah melalui pengkajian dan kini telah mempunyai dokumen UPL dan UKL, yang menyatakan pembangunan Unit 3 dan 4 masih layak untuk dilakukan. Pernyataannya itu menanggapi keluhan polusi bising, abu dan getaran yang di alami oleh warga sekitar PLTU,

“Untuk uji dampak lingkungan terkait dengan pembangunan unit 3 dan 4 di PLTU sudah di lakukan dan pada prinsipnya pembangunan PLTU sejauh ini masih layak dari aspek ligkungan,” kata Ahdari.

Menanggapi terkait keresahan yang dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitaran PLTU karena dampak unit 3 dan 4 ke depannya nanti, Ahdari mengatakan pihak PLTU seharusnya lebih sering melakukan sosialisasi terkait dengan dampak dari pembangunan yang PLTU lakukan dengan masyarakat yang tinggal di sekitar PLTU.

“Seharusnya yang perlu lebih banyak melakukan sosialisasi dengan warga yang ada di sekitar yang merasakan dampaknya tersebut adalah pihak yang memprakarsai, dalam hal ini adalah PLTU, karena dalam hal pembangunan unit 3 dan 4 tersebut. Kalau untuk kami sendiri (BLH, red) kami hanya mem-back up saja jika pihak sana memerlukan bantuan,” terangnya.

Ahdari menjelaskan pada pembangunan yang dilakukan di PLTU yang nantinya akan beroperasi tersebut memiliki batas dampak lingkungan yang telah ditentukan, yang pada pengoperasiannya akan terus dilakukan pengawasan. Jika ada keluhan dari masyarakat terkait dengan dampak yang sudah meresahkan warga, Ahdari mengatakan pihak BLH pasti akan turun langsung terkait dengan kebenaran dampak yang meresahkan warga tersebut.

“Tidak ada pembangunan yang di lakukan di dunia ini yang tidak memiliki dampak, semua ada dampaknya dan pemerintah sudah menentukan ambang batas dampak lingkungan yang tidak boleh dilewati. Kalau itu sudah melewati ambang batas, itu tidak akan kami biarkan karena yang mengawasi ini bukan hanya BLH saja tetapi dari Kementrian Lingkungan Hidup juga terus melakukan pengawasan,” ujar Ahdari. (cr7)

Sumber: Radar Sulteng

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0