Bupati Buol Dilapor ke KPK

PALU – Akhirnya Amat Entedaim SH, Senin hari ini, melaporkan Bupati Buol dr Amirudin Rauf SPOG MSi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Amat b...

Irianto Janji Seriusi Perbaikan Bangkep
Kasus Petani Bohotokong, KontraS Ingatkan Polres Banggai
Presiden Jokowi Sumbang Hewan Kurban di Sulteng

PALU – Akhirnya Amat Entedaim SH, Senin hari ini, melaporkan Bupati Buol dr Amirudin Rauf SPOG MSi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Amat berangkat dari Palu menuju Jakarta via penerbangan pesawat Garuda pukul 15.00 wita, Minggu  (22/3).

Amat berangkat ke Jakarta seorang diri, dengan membawa beberapa berkas temuannya tentang dugaan korupsi Bupati Buol, salah satunya pelepasan asset rumah dinas (rumdis) dokter dan staf RSUD Undata yang diduga telah dilepas/dijual oleh Amirudin Rauf mantan Direktur Undata sekitar tahun 2010 lalu.

Kepada Radar Sulteng kemarin di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Amat menegaskan sikapnya tidak pernah berubah untuk melaporkan Bupati Buol Amirudin Rauf ke KPK. “Inikan sudah tekad saya sejak awal, untuk melaporkan kasus dugaan korupsi Bupati Buol Amirudin Rauf ke KPK, “ kata Amat Entedaim.

Ia merinci secara singkat, setumpuk berkas yang ada di kopornya kemarin, semuanya didominasi oleh dokumen tentang dugaan korupsi Bupati Amirudin Rauf. Diantaranya, rekaman gambar pertemuan Amirudin Rauf dengan bos PT Cipta Cakra Murdaya (PT CCM) Group Murdaya Poo di sebuah Hotel di Jakarta.

“ Salah satu dokumen penting yang saya bawa ke Jakarta ini adalah dokumen tentang rekaman pertemuan Bupati Amirudin Rauf dengan Murdaya Poo, “ ungkapnya.

Selain memboyong dokumen pertemuan Bupati dengan Murdaya Poo, ia juga membawa sejumlah dokumen tentang dugaaan korupsi terkait pelepasan rumdis dokter dan staf RSUD Undata, yang sebelumnya telah diserahkannya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, setelah kasus itu beberapa hari merebak ke publik Sulteng.

“Saya tidak setengah-setengah dalam mendrill kasus ini. Pokoknya kasus ini harus tuntas, harus ada kepastian hukum. Apalagi KPK dan ICW (Indonesian Curuption Watch, red) akan saya datangi di Jakarta nanti. Do’akan saya berhasil, “ tandasnya.

Kepada koran ini ia kembali menegaskan, sebagai putera Sulteng yang konsisten untuk menegakkan hukum di negeri ini, ia berkeinginan untuk mewujudkan aparatur negara yang bersih dan jujur.

“Inilah tekad saya yang sebenarnya. Inilah inti perjuangan saya, dan saya tidak pernah berharap sebuah iming-iming hadiah dari siapapun. Termasuk misalnya upaya negosiasi dan segala macam dari orang yang sedang saya soroti, “ tegasnya, lalu berpamitan kepada media ini.(mch)

Sumber: Radar Sulteng

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0