Comeback Setelah Empat Tahun Pensiun

Comeback Setelah Empat Tahun Pensiun

14 FEBRUARI 2011 menjadi momen bersejarah dalam karir Ronaldo. Itulah saat mantan bomber timnas Brasil tersebut memutuskan pensiun dari lapangan hijau...

Laksanakan Workshop Konstitusi dan Ketatanegaraan, MPR RI Kolaborasi dengan Untad
Ada Oknum Mahasiswa Berprofesi Sebagai Pencuri Ranmor
Pemerhati Pendidikan: Yang Dilakukan Plt Kadis Dikbud Banggai itu Menghambat Pelayanan Prima

14 FEBRUARI 2011 menjadi momen bersejarah dalam karir Ronaldo. Itulah saat mantan bomber timnas Brasil tersebut memutuskan pensiun dari lapangan hijau. Ketika itu, usia pemain yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia bersama Brasil pada 1994 dan 2002 tersebut adalah 35 tahun. Ronaldo memutuskan pensiun karena tidak kuasa melawan cedera yang kerap mendera.

Namun, setelah empat tahun berselang, pemain yang pernah membela sejumlah klub besar, misalnya Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, dan AC Milan, itu berubah pikiran. Ronaldo memutuskan kembali lagi ke lapangan hijau. Dia akan bergabung dengan salah satu klub kasta kedua liga sepak bola Amerika Serikat, NASL. Bersama Fort Lauderdale Strikers-lah Ronaldo bakal comeback. ’’Saya hanya senang bermain sepak bola. Itu memang kecintaan terbesar saya. Walaupun, saya akui, tidak mudah melakukan itu (comeback, Red),’’ ujar Ronaldo sebagaimana dikutip Associated Press.

Comeback setelah empat tahun pensiun memang dirasakan berat oleh Ronaldo. Apalagi, selama masa pensiun tersebut, dia tidak pernah berlatih rutin. Selama ini dia lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurusi salah satu perusahaan pemasaran, 9ine Sports and Entertainment. Di perusahaan tersebut dia membidani bintang Barcelona dan timnas Brasil, Neymar, dan atlet mixed martial arts Anderson Silva.

Nah, kebiasaannya melakukan investasi di perusahaan yang bergerak di bidang olahraga itulah yang membuka peluang Ronaldo comeback. Dia membeli 10 persen saham di Fort Lauderdale. Pada NASL musim lalu, klub tersebut gagal menjadi juara setelah terjegal di babak final oleh San Antonio Scorpions. Tahun ini mereka mematok target juara.

Ronaldo pun bertekad untuk membantu Fort Lauderdale juara. Bantuan itu diwujudkan dalam bentuk kesediaan Ronaldo bermain dalam beberapa laga di NASL.

’’Mungkin tahun ini kami mencapai final, mengapa tidak? Saya akan menyodorkan nama saya ke NASL sebagai opsi,’’ tuturnya.

Mengapa tidak menjadi pelatih saja? Ronaldo mengatakan bahwa kemampuan dirinya di lapangan hijau hanya sebagai pemain, bukan pelatih. ’’Terlalu sulit untuk me-manage 30 pemain dengan visi beragam,’’ ujarnya.

Memiliki saham sekaligus menunggu peluang untuk bisa bermain kembali bakal menjadi tantangan tersendiri bagi Ronaldo. Tantangan itu jauh lebih berat daripada beberapa proyek yang sudah dia rancang. Di antaranya, mendatangkan pemain berbakat dari Brasil ke NASL.

Dia menyebut langkah ini sebagai bagian untuk meningkatkan kualitas permainan Strikers yang berafiliasi dengan pengembangan sepak bola di Benua Amerika, baik di Amerika Utara maupun Amerika Latin. ’’Sepak bola di Amerika selalu berkembang. Saya rasa, inilah peluang yang terbaik,’’ imbuhnya.

Sebagai salah seorang pemilik klub, Ricardo Geromel menjadi sosok yang berperan penting dalam mendorong Ronaldo berkiprah lebih banyak di NASL. ’’Dia (Ronaldo) mengatakan, saya akan menjual tiket musim ini di pantai. Mungkin ini akan berperan menyukseskan kesuksesan tim. Anda dapat mengandalkan saya,’’ ucap Geromel menirukan perkataan Ronaldo.

Geromel pun memberikan apresiasi besar atas kehadiran Ronaldo. ’’Kami selalu berpikir bersama-sama untuk melihat apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan. Nah, dalam setiap kebijakan itu, Ronaldo banyak memberikan pemikirannya,’’ paparnya.

Kehadiran Ronaldo bakal menambah panjang daftar pemain hebat dunia di NASL. Di Fort Lauderdale saja, pada era 1970-an, mereka pernah diperkuat beberapa pemain hebat. Misalnya, Gerd Mueller, George Best, Teofilo Cubilas, Gordon Banks, dan Elias Figueroa. (af/*)

Sumber: Jawapos

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: