Dikira Bom, Rice Cooker Gegerkan Warga Poso

Dikira Bom, Rice Cooker Gegerkan Warga Poso

POSO – Aksi terror benda diduga bom terjadi di Poso, Rabu (11/3) petang. Teror diduga bom berupa rice cooker ini terjadi sekitar pukul 16:00 wit...

Irianto Janji Seriusi Perbaikan Bangkep
Abdullah Kawulusan Jabat Plt Bupati Buol
Presiden Jokowi Sumbang Hewan Kurban di Sulteng

POSO – Aksi terror benda diduga bom terjadi di Poso, Rabu (11/3) petang. Teror diduga bom berupa rice cooker ini terjadi sekitar pukul 16:00 wita. Lokasi terror berada di pintu gerbang keluar kantor Dinas Pertambangan dan ESDM Poso jalan Pulau Kalimantan kelurahan Gebangrejo kecamatan Poso Kota. Lokasi terror hanya berjarak sekitar 10 meter dari kantor Polsek Poso Kota. Sebab posisi kantor Dinas ESDM hanya berbatas pagar tembok dengan kantor Polsek.

Penemuan rice cooker yang diduga bom sudah barang tentu mengagetkan warga Poso yang selama ini hidup aman dan damai. Jalan pulau Kalimantan yang merupakan wilayah perkantoran pun ditutup sementara untuk umum selama proses identifikasi dilakukan tim Gegana Polda Sulteng. Temuan rice cooker mencurigakan diduga bom tepat pada jam pulang kantor pegawai ini juga menjadi perhatian dan tontonan warga yang hendak melintas.
Informasi yang diperoleh di TKP menyebut rice cooker diduga berisi bom ditemukan pertama kali oleh PNS staf pegawai Dinas Pertambangan dan ESDM Poso. Setelah dikonsultasikan dengan pejabat dinas, maka PNS yang menemukan diperintahkan untuk melaporkannya ke Polsek Poso Kota.

“Menerima laporan, anggota Polsek kemudian meneruskannya ke Polres Poso. Beberapa saat kemudian, datanglah polisi untuk mengamankan lokasi yang menjadi TKP ini,” kata Akib, warga yang berada di TKP.
Berselang sekitar satu jam kemudian (pukul 17.00 wita), tim Gegana Polda Sulteng baru tiba di lokasi ditemukannya rice cooker diduga bom. Dengan menggunakan baju anti bom, seorang anggota Gegana bergerak melangkah mendekati rice cooker untuk melakukan deteksi. Tak mau beresiko, tim Gegana langsung meletakan alat di atas termos dan menarik kabel panjang untuk disposal.

Namun akhirnya tim Gegana membatalkan untuk mendisposal rice cooker. Karena saat di deteksi menggunakan alat pendeteksi sekaligus penjinak bom tidak ditemukan adanya benda atau barang di dalam rice cooker. “Rice cooker kosong. Tidak ada isinya,” kata polisi di TKP.
Diketahui, sebelum tim gegana Polda tiba di lokasi seorang anak bernama Alya (13) terlihat mendatangi Polsek Poso Kota. Kepada Wakapolres Poso Kompol Gogiek yang berada di Mapolsek Poso Kota untuk memantau situasi, Alya yang ditemani keluarganya mengaku bahwa rice cooker yang telah meresahkan warga karena diduga bom adalah barang yang ia dan teman-temannya bawa dan ditinggalkan di TKP. Namun karena temuan rice cooker  sudah membuat warga tak nyaman, maka prosedur harus tetap dijalankan.

“Benar. Sudah ada anak SMP yang ngaku itu barang mereka. Rice cookernya kosong. Tapi prosedur pengamanan TKP dan terhadap barang (Rice Cooker) itu harus tetap dilakukan. Jadi biar Gegana yang memastikan kalau benda itu memang aman dan bukan bom,” kata Wakapolre Bogiek pada wartawan.
Ditemui terpisah, Alya mengakui kalau rice cooker yang sempat diduga bom itu adalah barang milik mereka. “Torang (kami) yang letakan di situ om. Tapi kami tidak punya niatan meneror orang lain,” sebut Alya kepada Radar Sulteng di Mapolsek Poso Kota.

Diceritakan Alya, rice cooker yang sempat meneror warga ditemukan oleh dia dan dua temannya, Fairus (13) dan Isnania (13), di torotoar jalan depan kantor Nakertrans Poso saat mereka pulang sekolah. Kantor nakertrans berjarak sekitar 20 meter dari kantor Dinas Pertambangan dan ESDM. Kemudian oleh Fairus, rice cooker tersebut diambil dan dibopongnya sambil berjalan mencari tukang ojek. Karena cuaca panas, maka ketiganya memutuskan berhenti di pintu gerbang keluar kantor Dinas Pertambangan dan ESDM dan meletakan rice cooker di tanah.

Sebab di pintu gerbang itu terdapat plat deker sejuk karena berada dibawah pohon ketapang. “Diplat deker itu memang tempat teman-temanku setiap hari tunggu ojek pulang sekolah,” aku Alya.

Alya dan dua temannya bersekolah di MTSN Poso Kota. Sejurus kemudian, lanjut Alya, ojek yang ditunggu kedua teman sekolahnya datang. Setelah kedua temannya naik ojek, ketiganya pun pergi dengan meninggalkan rice cooker di TKP. “Sama sekali tidak ada niat meneror,” tutup Alya. (bud)

Sumber: Radar Sulteng

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: