Dugaan Korupsi PLTMH, Jaksa Tetapkan 3 Tersangka

Dugaan Korupsi PLTMH, Jaksa Tetapkan 3 Tersangka

DONGGALA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hindro (PLTMH)...

Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan
Hasil Lab Keluar, Bupati Morut Positif Covid-19
Semprot Tubuh dengan Disinfektan saat Masuk Banggai Harap Dihentikan, WHO: Berbahaya

DONGGALA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hindro (PLTMH) di Kabupaten Sigi. Ketiga tersangka masing-masing inisial Tj, Mz dan NS.

Ketiganya ditetapkan tersangka sejak Januari hingga Februari 2015 lalu. Tj merupakan mantan Kepala Dinas ESDM Sigi yang sekarang menjabat staf ahli. Sedangkan Mz adalah pejabat pembuat teknis kegiatan (PPTK) proyek. Sementara NS, oknum pelaksana kegiatan atau kontraktor.

Sebelum menetapkan status tersangka, Kejari Donggala sebelumnya memeriksa beberapa orang saksi. Antara lain kepala desa serta mandor (tukang) yang mengerjakan pembangunan PLTMH.

Pagu proyek tersebut sekitar Rp300 juta. Sumber anggarannya dari APBD Sigi tahun 2012 yang melekat di Dinas ESDM. Pembangunan PLTMH tersebar di tiga desa, yaitu Desa Mamu, Tanasu dan Desa Kalamanta. Tiga desa semuanya berada di Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi.

Dikonfirmasi koran ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Donggala Bambang Sutrisna SH, membenarkan bahwa pihaknya telah menetapkan tiga tersangka kasus tersebut. Mereka bertiga kata kajari, oknum paling bertanggungjawab atas gagalnya pelaksanaan proyek PLTMH.

“Sudah ada tersangkanya. Kasus proyek PLTMH tahun 2012 di Kecamatan Pipikoro,”terang kajari ditemui Selasa lalu (10/3) di kantornya.

Dia menjelaskan, sesuai perencanaan, di tiga desa tersebut masing-masing dibangun satu unit PLTMH. Per unit PLTMH anggarannya Rp100 juta. Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, pekerjaan ternyata tidak selesai alias terbengkalai. Harapan masyarakat untuk menikmati penerangan, ibarat api jauh dari panggang.

Lebih parahnya lagi kata kajari, lokasi pembangunan PLTMH letaknya jauh dari permukiman warga. Untuk mencapai lokasi, harus berjuang keras menaklukan medan yang curam dan ekstrim. “Penyelidikan hingga penyidikan kasus ini terbilang lama. Hampir dua tahun. Terus terang, penyidik banyak menemui kendala terutama ketika meninjau langsung lokasi proyek. Informasi kami dapatkan dari laporan masyarakat setempat,”aku Bambang.

Dikatakan, proyek PLTMH satu ini, terbilang luput dari pantauan publik, termasuk dari pihak penyidik. Kenapa demikian, karena letaknya jauh dari pemukiman warga. Bambang menduga, karena faktor itulah sehingga pekerjaan PLTMH asal-asalan hingga tidak selesai.

Bahkan lebih mencengangkan lagi, sebelum proyek itu ketahuan proyek pemerintah, disebarkan informasi kalau pembangunan PLTMH atas inisiasi oknum tertentu. Dengan demikian, diperlukan partisipasi masyarakat bergotong royong membantu pekerjaan hingga rampung. “Masyarakat sempat merasa dibohongi. Mereka akhirnya kerja rodi tanpa dibayar, karena dihembuskan kabar kalau pembangunan PLTMH bukan proyek pemerintah,”tutur kajari.

Setelah menetapkan tiga tersangka, Kejari Donggala masih akan melakukan pengembangan. Beberapa saksi tambahan akan dipanggil lagi untuk dimintai keterangannya. “Kita masih terus kembangkan penyidikan kasus ini,”pungkas orang nomor satu di korps adhyaksa Donggala itu.

Informasi yang diperoleh Radar Sulteng dari beberapa sumber di Kejari Donggala, ketiga tersangka dalam waktu dekat akan dilakukan penahanan. Sebelum ditahan, ketiga tersangka menjalani dulu pemeriksaan.

Tersangka inisial Tj, menurut sumber Radar Sulteng diduga mantan kepala Dinas ESDM Sigi, Tamjid. Sekarang ini, Tamjid menjabat staf ahli Pemkab Sigi. Sedangkan Mz, kuat dugaan Mukijizat yang kala itu menjabat PPTK proyek. Kini, Mukjizat masih tercatat sebagai PNS di Dinas ESDM Sigi.

Sementara NS yang berperan sebagai kontraktor, diduga adalah Nico Salama. Dia disebut-sebut oknum yang mengerjakan pembangunan PLTMH. (cam/cdy)

Sumber: Radar Sulteng