Dugaan Rektor Untad Memfitnah Tak Penuhi Unsur

Dugaan Rektor Untad Memfitnah Tak Penuhi Unsur

PALU – Dugaan fitnah yang dilaporkan oleh Prof. Marhawati Mappatoba kepada Rektor Untad Prof. Moh. Basir Cyio pada 17 Juli 2014 lalu dinilai tidak mem...

Hasil Lab Keluar, Bupati Morut Positif Covid-19
Semprot Tubuh dengan Disinfektan saat Masuk Banggai Harap Dihentikan, WHO: Berbahaya
Bukan Napi Koruptor, Presiden Tegaskan Pembebasan Hanya untuk Napi Tipidum

PALU – Dugaan fitnah yang dilaporkan oleh Prof. Marhawati Mappatoba kepada Rektor Untad Prof. Moh. Basir Cyio pada 17 Juli 2014 lalu dinilai tidak memenuhi unsur. Ini disampaikan oleh Kepala Sub Bidang Penerangan masyarakat Polda Sulteng, Kompol Rostin Tumaloto, Kamis (2/10/2014).

Kata Rostin, kesimpulan tak memenuhi unsur atas dugaan fitnah itu diambil setelah dilakukan gelar perkara yang melibatkan para penyidik dan pejabat di Ditreskrim Polda Sulteng serta ahli bahasa. “Hasilnya memang laporan itu tidak memenuhi unsur pidana,” tegas Rostin

Gelar perkara yang dihelat mulai pukul 08.00 – 12.00 Wita itu mengumpulkan seluruh keterangan saksi, termasuk pelapor dan ahli bahasa. Rostin mengatakan, apa yang disampaikan Rektor Prof Muh. Basir Cyio terkait aliran dana Yayasan Potma pada suatu rapat presentase di Untad lalu bukan merupakan sutau bentuk fitnah.

Seperti diketahui, Rektor Untad dilapor ke polisi oleh Prof. Marhawati karena dinilai melakukan fitnah saat Rektor melakukan presentase terkait posisinya sebagai pengawasn danpengendali. Langkah itu diambil oleh rektor karena aparat hukum mulai menelisik kemungkinan adanya penyimpangan dalam penggunaan dana Potma, dengan maksud sesegera mungkin menyelesaikan secara internal. Namun rapat senat yang digelar Februari lalu itu kemudian bergulir menjadi laporan ke Polda tepat saat frekuensi Balon rektor di September.

Rostin menegaskan, penyidik dalam waktu dekat juga akan mengirimkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) baik untuk terlapor Muh Basir Cyio, maupun kepada pelapor, Prof Marhawati Mappatoba. (af/*)