Elpiji 3 Kg di Palu Tak Langka

Elpiji 3 Kg di Palu Tak Langka

PALU – Pasca kenaikan harga elpiji ukuran tabung 12 Kg belum lama ini, tidak berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan elpiji subsidi uk...

Semprot Tubuh dengan Disinfektan saat Masuk Banggai Harap Dihentikan, WHO: Berbahaya
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan
Hasil Lab Keluar, Bupati Morut Positif Covid-19

PALU – Pasca kenaikan harga elpiji ukuran tabung 12 Kg belum lama ini, tidak berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan elpiji subsidi ukuran tabung 3 Kg.

Sales Executive Elpiji PT. Pertamina Wilayah V Sulteng, Bagus Sulistio Hadi sebagaimana dilansir LKBN Antara Sulteng menegaskan, tidak ada kelangkaan elpiji bersubsidi di Palu pasca kenaikan harga elpiji 12 Kg.

“Kenaikan harga elpiji 12 kg tidak signifikan memengaruhi permintaan terhadap tabung elpiji 3 kilogram. Kalau ada kios yang mengaku kekosongan stok, itu hanya terjadi satu-dua hari untuk menunggu waktu distribusi berikutnya,” kata Bagus.

Ia mengaku, memang ada keluhan warga yang menyatakan seolah-olah elpiji 3 Kg sulit diperoleh karena permintaan naik drastis setelah kenaikan harga elpiji 12 kg tersebut.Ia mengatakan, mungkin saja ada agen-agen pengecer yang kehabisan stok elpiji 3 kg, tetapi itu tidak semata karena membludaknya pembeli melainkan karena menunggu jadwal distribusi berikutnya.

“Kami kan mendistribusikan elpiji kepada agen dan pengecer setiap tiga atau empat hari sekali. Jadi bisa saja ada agen yang kehabisan stok pada satu atau dua hari sebelum stok baru tiba,” ujarnya.

Diungkapkan, setiap hari Pertamina Palu mendistribusikan elpiji bersubsidi tabung 3 kg sebanyak 25 ton dan tabung 12 kg 17 ton di Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi yang telah mendapatkan program konversi minyak tanah ke gas.

Harga elpiji tabung 12 kg yang naik sejak dua pekan lalu rata-rata sebesar Rp.18.000 per kilogram, kini dijual antara Rp.135.000 sampai Rp145.000 pertabung yang sebelumnya rata-rata hanya Rp118.000. (af)