FPK Harap Prof Basir Cyio Terpilih Kembali

FPK Harap Prof Basir Cyio Terpilih Kembali

PALU – Front Pemuda Kaili (FPK) berharap, Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS yang saat ini maju kembali menjadi calon rektor Untad untuk periode 201...

Istana: Darurat Sipil Opsi Terakhir
Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan

PALU – Front Pemuda Kaili (FPK) berharap, Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS yang saat ini maju kembali menjadi calon rektor Untad untuk periode 2015-2019 dapat terpilih kembali. Kemajuan yang diraih oleh Untad selama periode 2011-2014 yang dipimpinnya cukup menjadi landasan atasa harapan itu.

Kemajuan pembangunan di Universitas Tadulako (Untad ) beberapa tahun terakhir patut diacungi jempol, dan patut dibanggakan, baik dari segi fisik maupun akademik, aku Ketua FPK Sulteng, Erwin Lamporo.

Sebelumnya, Untad tidak memilik gedung IT Centre tapi kini gedung tersebut berdiri megah dan dimanfaatkan dengan baik oleh civitas akademika Untad. Begitu pula dengan gedung rektorat baru, bahkan hampir semua ruang kelas telah dilengkapi infokus dan LCD. Tak hanya itu, dari sisi akademis ditandai, sudah cukup banyak program studi yang telah mendapat akreditasi A maupun B.

Kata Erwin, bukti ini tidak lepas dari peranan Prof Basir Cyio selaku Rektor Untad. Olehnya itu kata Erwin lagi, yang bersangkutan sebaiknya diberi kesempatan untuk meneruskan dan melanjutkan program yang telah dijalankan pada periode 2015 – 2019.

FPK juga berharap agar pemilihan rektor kali ini tidak dipolitisir dengan adanya pemberitaan-pemberitan di media yang terkesan menyudutkan Prof Basir Cyio terlibat korupsi.

‘’Silakan bertarung secara jujur dan santun. Jangan ada upaya saling menjatuhkan dengan cara–cara yang keji, tapi kedepankan cara yang santun dan bermartabat demi kemajuan Untad yang lebih baik lagi,’’ tegasnya.

FPK kata Erwin Lamporo yang saat itu bersama Koordinator Laskar Tomalanggai mengatakan, apa yang selama ini menjadi pemberitaan di media massa tertentu adalah keliru, dan dipolitisasi oleh pihak tertentu.

‘’Ini ada kaitannya dengan Pilrek. Kami merasa sudah menjadi bagian dari keluarga Untad. Untuk itu kami menghimbau untuk menghentikan upaya saling tuding yang berimplikasi pada konflik internal. Mari kita melihat perubahan Untad dibawah kendali Prof Basir Cyio dalam waktu empat tahun ke depan,” tandas Erwin Lamporo. (af/*)