ISIS Kian Sadis

ISIS Kian Sadis

IS tampaknya sengaja memancing amarah ketika membakar pilot Jordania Letnan Moaz al-Kassasbeh hidup-hidup dan merekam detik demi detik kebiadaban ters...

Pemerhati Pendidikan: Yang Dilakukan Plt Kadis Dikbud Banggai itu Menghambat Pelayanan Prima
Cemilan Unik Inspirasi Usaha di Tahun 2016
Presiden Perintahkan Menteri PP dan PA Kawal Kasus Eksploitasi Anak

IS tampaknya sengaja memancing amarah ketika membakar pilot Jordania Letnan Moaz al-Kassasbeh hidup-hidup dan merekam detik demi detik kebiadaban tersebut sebelum memublikasikannya lewat internet. Pembunuhan sadis itu pun menjadi bumerang bagi organisasi radikal yang mengusung nama Islam tersebut. Sebab, sesaat setelah video brutal itu beredar luas, IS sukses menjadi musuh utama seluruh bangsa di dunia.

Raja Jordania Abdullah II menjadi pemimpin pertama yang menabuh genderang perang terhadap IS. ’’Teroris tersebut tidak hanya menjahati kita, tapi juga menodai Islam,’’ tandas pemimpin monarki berusia 53 tahun itu. Senada dengan Abdullah, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun mengecam pembunuhan Kassasbeh.

Pemerintah Jordania mendapat dukungan penuh dari penduduknya untuk memerangi ISIS. Jumat (6/2) ribuan warga Jordania turun ke jalan untuk mendukung serangan udara yang dilakukan pemerintah. Bahkan, Ratu Rania ikut turun membaur bersama rakyatnya. ’’Kita tidak bisa memenangkan perang ini sendirian. Tapi, ini adalah perang kita,’’ ujar Rania. Jordania mengerahkan sekitar 30 pesawat tempur untuk menggempur militan ISIS di Iraq maupun Syria. Rudal-rudal yang mereka kirim buat kelompok bengis itu ditulisi dengan huruf arab yang berarti ini untuk musuh Islam.

Sebelumnya, IS juga sudah memamerkan kesadisannya saat menghabisi nyawa sandera-sandera baratnya. Yakni, sandera asal Negeri Paman Sam dan Inggris. Tetapi, dalam video-video sebelumnya, algojo IS memenggal kepala para sandera. Sementara itu, dalam video teranyar kali ini, IS menyiramkan bensin pada tubuh Kassasbeh yang tidak berdaya di dalam sebuah kurungan.

Selanjutnya, para algojo IS membakar pilot pesawat tempur yang jatuh ke tangan mereka sejak 24 Desember tersebut hidup-hidup. Pekan lalu, video biadab itu beredar luas di internet. Pengunggahnya tentu saja IS. Sontak, para pemimpin dunia pun langsung menghadiahkan sumpah serapah dan kutuk terhadap militan yang mengklaim sebagai pendiri kerajaan Islam di Iraq dan Syria tersebut.

Tidak hanya para pemimpin pemerintahan, para ulama pun angkat bicara. Salah satunya adalah Sheikh Shawky Ibrahim Abdel-Karim Allam yang menjabat grand mufti alias ulama tertinggi Mesir. ’’Apa yang terjadi pada pilot asal Jordania itu adalah murni tindak kriminal. Aksi barbar ini jauh dari nilai kemanusiaan dan sama sekali tidak memperlihatkan norma keagamaan,’’ paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Allam juga menegaskan bahwa tidak ada sangkut paut sama sekali antara Islam dan aksi keji militan yang mencatut nama Islam itu. IS, menurut dia, sedang memperjuangkan ideologinya sendiri, bukan Islam. ’’ISIS hanya merepresentasikan kekerasan, bukan Islam,’’ tegasnya. Karena itu, dia mengimbau umat Islam Mesir untuk berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh IS.

Dean Obeidallah, politikus AS yang mantan pengacara, menyatakan bahwa hubungan Islam dan IS seperti hubungan Kristen dan KKK alias Ku Klux Klan. ’’Mereka hanya memanfaatkan agama yang mereka anut sebagai nama merek. Padahal, agenda yang mereka usung sama sekali tidak berkaitan dengan agama. Agenda mereka murni politik,’’ ungkapnya sebagaimana dilansir Daily Beast.

Obeidallah juga mengimbau media agar berhenti menyebut IS sebagai kelompok Islam atau Islami. Sebab, itu akan membangun citra positif dalam masyarakat tentang kelompok tersebut. Padahal, ideologi yang IS usung justru menyimpang dari ajaran cinta damai Islam. ’’Harus ada berapa banyak darah tertumpah lagi agar publik berhenti menyebut ISIS kelompok Islam?’’ ucapnya.

Jika belakangan publik bergidik ngeri menyaksikan aksi bengis IS, Obeidallah menyarankan media untuk menilik ke belakang. Tepatnya, saat IS masih bernama ISIS alias ISIL dan fokus melakukan kejahatannya di Iraq. Saat itu pun IS sudah sangat kejam. Sepanjang 2014, kelompok tersebut membunuh sedikitnya 4.325 warga sipil. Sebagian besar di antaranya merupakan muslim. Rata-rata, IS merenggut 12 nyawa dalam sehari.

’’Sejatinya, tidak pernah ada istilah Islam radikal. Islam hanya ada satu. Yakni, Islam itu sendiri,’’ tandasnya. Yang bisa menjadi radikal, lanjut dia, adalah para pemeluk Islam atau kaum muslim. Kaum muslim atau muslimah yang radikal itulah yang tergabung dalam kelompok militan seperti IS. Selain muslim atau muslimah radikal, menurut dia, ada juga pemeluk Islam yang suka meneror dan disebut sebagai teroris. (AP/CNN/dailybeast/aljazeera/sha/hep/c20/ami)

Sumber: jawapos

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: