Jual Pesawat Kepresidenan, Harus Hitung Secara Cermat

Jual Pesawat Kepresidenan, Harus Hitung Secara Cermat

Jual Pesawat Kepresidenan, Harus Hitung Secara Cermat (Foto: Okezone) JAKARTA – Guna menghemat serta mengatasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja...

Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan
Hasil Lab Keluar, Bupati Morut Positif Covid-19

CGMkYWc4A8Jual Pesawat Kepresidenan, Harus Hitung Secara Cermat (Foto: Okezone)
JAKARTA – Guna menghemat serta mengatasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), muncul usulan untuk menjual pesawat kepresidenan pada masa pemerintahan mendatang.

Anggota Komisi XI DPR Arif Budimanta menilai usulan tersebut bagus, namun jika memang langkah ini diambil, harus memikirkan perhitungan secara cermat.

“Itu usulan yang bagus, tapi kita harus hitung secara cermat cost benefit-nya bagaimana,” ungkap Arif di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/9/2014).

Menurut Arif, jika pesawat tersebut  dijual, maka harus dihitung secara serius untung ruginya. Karena harga pembelian pesawat ini juga terhitung tidak murah. Mengenai hal ini akan diserahkan ke pemerintahan mendatang.

“Beli pesawat itu ada hitungannya, kalau mau jual lagi juga harus ada hitungannya kembali,” imbuhnya.

Sekedar informasi, pesawat kepresidenan yang dimiliki Indonesia saat ini merupakan buatan Boeing dengan tipe Business Jet II. Harga pesawat tipe ini sekitar Rp556,7 miliar.

Namun angka tersebut belum termasuk interior yang menelan anggaran Rp225,6 miliar dan sistem keamanan yang sebesar Rp42,7 miliar. Sehingga secara total biaya pembelian pesawat ini mencapai Rp864 miliar. Biaya tersebut seluruhnya diambil dari APBN. (rzk)