Kasus Petani Bohotokong, KontraS Ingatkan Polres Banggai

Kasus Petani Bohotokong, KontraS Ingatkan Polres Banggai

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bereaksi keras terkait pemanggilan salah satu petani asal Desa Bohotokong Kecamatan Bu...

REKTOR BERNAZAR SUMBANG PANTI ASUHAN Rp 2,5 JUTA
Irianto Janji Seriusi Perbaikan Bangkep
Ada Oknum Mahasiswa Berprofesi Sebagai Pencuri Ranmor

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bereaksi keras terkait pemanggilan salah satu petani asal Desa Bohotokong Kecamatan Bunta oleh Kepolisian Resor Banggai pada 16 Agustus 2016 lalu. KontraS merilis Surat Terbuka yang ditujukan kepada Kapolres Banggai.

Menurut KontraS dalam Surat Terbuka pada akhir Agustus, seperti yang dirilis di situs resminya www.kontras.org pemanggilan Apet Madili warga Desa Bohotokong Kecamatan Bunta yang dilaporkan pihak PT. Anugerah Saritama Abadi, di Polres Kabupaten Banggai dengan surat pemanggilan nomor: S.Pgl/1354/VIII/2006/ResKrim Tanggal 16 Agustus 2016 adalah sebuah bentuk kriminalisasi.

Patut diketahui, Apet Madili (46) dilaporkan karena dituding melakukan pencurian dan perusakan oleh PT. Anugerah Saritama Abadi selaku pemilik izin Hak Guna Usaha (HGU) berdasarkan laporan polisi Nomor : LP/258/V/2016/Sulteng/Res Banggai.

Lebih gamblang, Kontras mengingatkan agar pihak Polres Banggai mengedepankan asas praduga tidak bersalah dengan melakukan penyelidikan awal untuk menangani tanah yang disengketakan pihak perusahan PT. Anugerah Saritama Abadi, yang mengorbankan warga Desa Bohotokong.

Bila tidak, lanjut KontraS dalam rilisnya, pihak Polres Banggai dapat dituding tidak melaksanakan aturan hukum yang kemudian berdampak pada penanganan hukum yang keliru dan menguntungkan pihak perusahaan semata. (*/yud)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: