Kejari Bangkep Pul Baket DAK Pendidikan

Kejari Bangkep Pul Baket DAK Pendidikan

BANGKEP – Ancang-ancang untuk menyeret sejumlah terduga korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan untuk tahun anggaran 2013 sedang dipersiap...

Semprot Tubuh dengan Disinfektan saat Masuk Banggai Harap Dihentikan, WHO: Berbahaya
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan
Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan

BANGKEP – Ancang-ancang untuk menyeret sejumlah terduga korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan untuk tahun anggaran 2013 sedang dipersiapkan oleh Kejaksaan Negeri Banggai Kepulauan (Bangkep).

Kajari Bangkep, Harlan Mardite, SH yang dihubungi tidak menampik kalau pihaknya sedang mendalami dugaan penyelewengan tersebut. “Iya kami memang sedang pul data (pengumpulan data) dan pengumpulan bahan keterangan (pul baket) dulu,” jelasnya, baru-baru ini.

Informasi yang dihimpun, DAK yang diswakelola tahun Anggaran 2013 dan diperuntukkan untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), rehabilitasi gedung sekolah dan pembangunan perpustakaan di sejumlah sekolah di Bangkep, diduga kuat ‘disunat’ oleh oknum di dinas bersangkutan.

Sejumlah kepala sekolah penerima dana DAK itu, mengakui bahwa aliran dana itu ke sekolahnya dipotong hingga Rp.15 juta dalam tiga tahap pencairan. Pencairan pertama sebesar Rp.5 juta, kedua dan ketiga masing-masing dipotong sebesar Rp.5 juta.

Menurutnya, pemotongan dana DAK Swakelola merupakan permintaan oknum sebagai biaya administrasi pengurusan dokumen dan sebagai ucapan terima kasih karena sekolahnya telah mendapat bantuan DAK.

Sedikitnya 77 aliran DAK yang jatuh ke sekolah-sekolah dan jika setiap aliran itu dikalikan dengan potongan sebesar Rp.15 juta, maka total potongan yang diduga merugikan negara sebesar Rp.1,155 milyar. (af/*)