Kejati Usut Dana Tanggap Darurat Parigi Moutong

Kejati Usut Dana Tanggap Darurat Parigi Moutong

PALU – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah mencium adanya permasalahan hukum proyek bencana tanggap darurat Parigi Moutong. Hasil Pra ekspos yang d...

Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan
Hasil Lab Keluar, Bupati Morut Positif Covid-19
Semprot Tubuh dengan Disinfektan saat Masuk Banggai Harap Dihentikan, WHO: Berbahaya

PALU – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah mencium adanya permasalahan hukum proyek bencana tanggap darurat Parigi Moutong. Hasil Pra ekspos yang dilakukan tim intelejen bersama kajati, menyimpulkan adanya indikasi pidana korupsi dalam penganggaran dana tanggap darurat melalui APBD Parigi Moutong 2011.
Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng, Johanis Tanak SH MH, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (28/10).  Kajati yang didampingi Wakajati  Sugeng Joko Susilo, mengungkapkan  pra ekspos untuk memastikan adanya indikasi permasalahan hukum dalam proyek tanggap darurat di Parigi Moutong.
Berdasarkan kesimpulan tersebut perkara tersebut kini ditingkatkan ke penyelidikan pidana khusus. Ditingkat penyelidikan bidang Pidsus, akan diperdalam lagi untuk mendapatkan bukti awal yang cukup.
“Berdasarkan Sprintug (surat perintah tugas) kepada intelejen proyek tanggap darurat yang juga pernah menjadi temuan BPK tersebut disimpulkan terjadi permasalahan hukum korupsi. Olehnya kami meminta agar  penyelidikan lanjutan dilakukan  pidsus yang dimpin langsung oleh Asisten pidana khusus (Aspidsus). Ditingkat penyelidikan pidsus ini jika kesimpulan intelejen menguat, dipastikan akan ditingktkan ke tahap penyidikan,”kata Kajati.
Jika sudah pada tataran penyidikan lanjut kajati, penyidik akan bisa langsung melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Selain itu sudah dapat melakukan upaya paksa berupa penyitaan, penggeledahan bahkan penahanan kepada tersangka.
Dalam penegekan hukum kajati menegaskan siapapun dia jika terbukti akan ditindak. “Siapapun dia petinggi disini, sepanjang dia melanggar hukum pasti kita tindak,”tegasnya.(ma)