Khawatir Tsunami, Warga Poso Mengungsi Usai Diguncang Gempa 6,6 SR

Khawatir Tsunami, Warga Poso Mengungsi Usai Diguncang Gempa 6,6 SR

Usai diguncang gempa berkekuatan 6,6 SR, sejumlah warga di beberapa desa di  Kabupaten Poso mengungsi di ketinggian. Warga yang mengungsi itu khawatir...

Presiden Jokowi Sumbang Hewan Kurban di Sulteng
Urus Berkas Sampai Seminggu, Kinerja Kadis Dikbud Banggai Dikeluhkan
Pemerhati Pendidikan: Yang Dilakukan Plt Kadis Dikbud Banggai itu Menghambat Pelayanan Prima

Usai diguncang gempa berkekuatan 6,6 SR, sejumlah warga di beberapa desa di  Kabupaten Poso mengungsi di ketinggian. Warga yang mengungsi itu khawatir akan datangnya tsunami sehingga memilih mengungsi di beberapa lokasi bukit-bukit di sekitar Poso Kota.

Kepala Bidang I Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso Agus Salman mengatakan, warga yang mengungsi di ketinggian itu rata-rata yang tinggal tidak jauh dari bibir pantai yakni dari Kelurahan Kayamanya, Moengko dan Bonesompe.

“Sampai malam ini pukul 23.30 WITA ada ratusan warga Poso masih mengungsi di bukit eks kantor Pembantu Gubernur Poso di Jalan Pulau Irian Jaya. Sebagian lain di GOR Kasintuwu Poso,” kata Agus Salma yang dihubungi Senin (29/5/2017) sebagaimana dikutip dari kabarselebes.com.

Menurut Agus, warga memilih mengungsi di ketinggian akibat khawatir datangnya tsunami pasca terjadinya gempa senin malam. Namun setelah diinformasikan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami, sejumlah warga memilih kembali.

“Tapi masih ada juga yang takut gempa susulan dan memilih tetap di pengungsian,” kata Agus.

Salah satu warga yang mengungsi, Anwar saat ditemui di Desa Kasiguncu mengatakan bahwa Ia, keluarga, serta tetangganya langsung lari mengungsi dengan pakaian di badan sesaat setelah desanya diguncang gempa. Ia mengaku mendengar kabar dari beberapa warga bahwa air laut dalam posisi surut.

“Gelombang tsunami langsung ada dalam pikiran kami. Tanpa pikir panjang kami langsung lari ke tempat yang lebih tinggi. Alhamdulillah, baru saja beberapa pejabat Poso datang dan menyampaikan bahwa isu tsunami itu tidak benar,” jelasnya. (and/ks)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0