Komitmen Perbaiki Pendidikan di Sulteng

Komitmen Perbaiki Pendidikan di Sulteng

PALU- Dewasa ini pendidikan nasional tengah menghadapi berbagai isu kursial. Yakni masalah otonomi pendidikan, relevansi pendidikan, akuntabilitas, pr...

Hasil Lab Keluar, Bupati Morut Positif Covid-19
Istana: Darurat Sipil Opsi Terakhir
Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan

PALU- Dewasa ini pendidikan nasional tengah menghadapi berbagai isu kursial. Yakni masalah otonomi pendidikan, relevansi pendidikan, akuntabilitas, profesionalisme, efesiensi, uniformitas (keseragaman), desentralisasi dan debirokratisasi.

Demikian antara lain amanat Gubernur H Longki Djanggola yang dibacakan Sekdaprov Sulteng H Amdjad Lawasa MM pada pembukaan Rakor Bidang Pendidikan Tahun 2015 yang digelar di Hotel Mercure, Jumat (27/3) malam lalu.

Penyelenggaraan pendidikan menjadi tugas dan wewenang daerah yang menuntut kesiapan SDM, restrukturisasi, rencana strategies, program dan sumber daya lainnya. ’’Untuk mencapai kemandirian sebagaimana tujuan otonomi, diperlukan usaha-usaha pemberdayaan terhadap unsur-unsur masyarakat dan infrastrukturnya di daerah agar sekolah sebagai institusi sosial dapat memenuhi harapan masyarakat sebagai pelanggan pendidikan,’’ kata Amdjad Lawasa.

Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia. Karena itu pembangunan pendidikan baik secara nasional maupun regional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efesiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global.

’’Pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu daerah dan merupakan wahana dalam menterjamahkan pesan-pesan konstitusi serta sarana dalam membangun watak bangsa,’’ ujar Amdjad Lawasa.

Dia mengatakan, harapan atau ekspektasi masyarakat terhadap layanan di dunia pendidikan dan kebudayaan sangat besar. Hal ini dilatar belakangi tiga alasan. Pertama, semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Kedua, tidak ada orang Indonesia yang tidak bersentuhan dengan dunia pendidikan. ketiga, alokasi anggaran pendidikan yang sangat tinggi.

Prioritas program pembangunan Bidang Pendidikan di Sulawesi Tengah di arahkan pada Program Pendidikan Anak Usia Dini; Program Pendidikan Dasar Meliputi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama; Program Pendidikan Menengah; Program Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus; Program Pendidikan Informal dan Non Formal.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah, maka Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sungguh-sungguh dan konsisten wajib melakukan perbaikan dan pembangunan pendidikan yang berkelanjutan. Pendidikan bukan hanya diorientasikan bagi kepentingan lokal, melainkan juga kepentingan nasional dan juga bagi perspektif keperluan global.

Sehingga perioritas pembangunan di atas disadari hanya dapat dilakukan melalui pembangunan sistem kerja sama yang kondusif antara instansi pengelola pendidikan baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota dengan seluruh stakeholder serta pemerintah daerah yang memungkinkan terciptanya mutu dan kualitas pendidikan yang diinginkan.(sya)

Sumber: radarsulteng