Kubu Ical-Agung Diminta Fokus Rekonsiliasi

Kubu Ical-Agung Diminta Fokus Rekonsiliasi

JAKARTA – Kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono diminta tetap fokus dalam mengupayakan rekonsiliasi tanpa melibatkan Mahkamah Partai (MP...

Hasil Lab Keluar, Bupati Morut Positif Covid-19
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan
Bukan Napi Koruptor, Presiden Tegaskan Pembebasan Hanya untuk Napi Tipidum

JAKARTA – Kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono diminta tetap fokus dalam mengupayakan rekonsiliasi tanpa melibatkan Mahkamah Partai (MP) Golkar. Ini karena penyelesaian di MP sangat sulit dilakukan.

Hal itu disampaikan politikus Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari menyikapi pernyataan Muladi yang menyebut MP partai yang dipimpinnya saat ini impoten karena hanya dua anggota MP yang masih aktif.

“Memang penyelesaian lewat MP sulit dilakukan. Di samping MP sudah tidak solid, juga masing-masing DPP mempunyai MP. Kalau ke pengadilan akan memakan waktu yang sangat lama. Satu-satunya jalan adalah islah atau rekonsiliasi,” kata Hajriyanto saat dihubungi, Kamis (25/12).

Mantan pimpinan MPR ini menilai dimulainya pertemuan antara juru runding dari dua DPP PG beberapa hari lalu merupakan langkah maju dan positif. Karena itu dia berharap pertemuan itu produktif dan berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya.

“Saya berharap pertemuan para juru runding itu dapat menghasilkan embrio rekonsiliasi. Rekonsiliasi adalah kata kuncinya. Bisa rekonsiliasi biasa tanpa melalui Munas, bisa juga rekonsiliasi melalui Munas,” jelas Hajri.

Pihaknya juga menegaskan ada sejumlah kader partainya yang salah mengerti tentang Munas Rekonsiliasi. Padahal Munas Rekonsiliasi menurutnya Munas Bersama antara dua kubu yang berseteru yang termanifestasi dalam dua DPP PG hasil dua Munas Bali dan Jakarta.

Bahkan, Hajri menegaskan Munas rekonsiliasi itu harus merupakan kesepakatan dari dua kubu itu sendiri. Bila tidak ada maka Munas Rekonsiliasi tidak akan terjadi.

“Kesepakatan dua kubu itu merupakan qonditio sine qua none, suatu hal yang mutlak harus ada, bagi terselenggaranya Munas,” tandasnya.(af/*)

Sumber: JPNN