Mahasiswa dan Polisi Bentrok Saat Demo UU Pilkada

Mahasiswa dan Polisi Bentrok Saat Demo UU Pilkada

PALU – Ribuan mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) terlibat bentrok dengan aparat polisi saat berunjuk rasa menolak UU Pilkada di depan Kantor...

Semprot Tubuh dengan Disinfektan saat Masuk Banggai Harap Dihentikan, WHO: Berbahaya
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan
Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan

PALU – Ribuan mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) terlibat bentrok dengan aparat polisi saat berunjuk rasa menolak UU Pilkada di depan Kantor DPRD Sulteng, jalan Sam Ratulangi, Kamis (2/10/2014). Bentrok itu dipicu oleh aksi mahasiswa yang ngotot menerobos masuk untuk menduduki kantor DPRD Sulteng namun dihalangi oleh aparat keamanan yang berjaga. Akibat bentrokan tersebut, sejumlah mahasiswa dan polisi mengalami luka-luka.

Ribuan mahasiswa yang dikawal oleh polisi itu tiba di lokasi unjuk rasa sekitar pukul 10.00 Wita. Mereka lantas berorasi secara bergantian untuk menolak UU Pilkada yang telah diparipurnakan oleh DPR RI 26 September 2014 lalu. Menurut mahasiswa, UU Pilkada yang ditetapkan secara tidak langsung atau melalui DPRD itu mengkebiri hak polirik rakyat dan merupakan kemunduran besar dalam proses demokrasi di Indonesia.

Mahasiswa kecewa dengan anggota DPR Sulteng karena tidak bisa mengakomodir keinginan mahassiswa. Mahasiswa menuntut agar anggota DPRD Sulteng yang menemuinya bukan dari partai yang menyetujui pilkada langsung, melainkan sebaliknya, yakni dari partai yang menolak pilkada langsung atau koalisi merah putih. Mereka memberi waktu hingga beberapa menit agar anggota DPRD yang dimaksud segera keluar menemui mereak dan memberikan penjelasan kepada mahasiswa perihal persetujuannya dengan pilkada tidak langsung.

Namun beberapa saat ditunggu, anggoata DPRD bersangkutan tidak muncul juga. Kemarahan mahasiswa pun terselut karenanya. Sejumlah mahasiswa mulai tidak sabar dan menyeruduk untuk masuk dan menduduki kantor DPRD tersebut. Polisi tidak tinggal diam, barikade betis yang dibuat sebeleumhya menyulitkan mahasiswa bergerak maju dan seaat kemudian bentrokan tak bisa dihindari.

Polisi bergerak maju dan melontarkan gas airmata ke arah mahasiswa. Mahasiswa pun kocar-kacir berusaha menyelamatkan diri. Beberapa mahasiswa sempat terjatuh dan diamankan oleh aparat. Aparat berusaha mengejar mahasiswa namun oleh Kapolres Palu, AKBP Trisno Rahmadi yang turun langsung dalam pengamanan  tersebut agar tidak perlu mengejarnya.

Sejumlah mahasiswa tampak bergerombol di Jalan Cik Ditiro dengan masing-masing batu di tangan. Polisi yang dipimpin Kapolsek Palu Timur berusaha mendekati mahasiswa agar tidak melempar. Mahasiswa dan polisi sepakat untuk tidak bentrok lagi dengan syarat, mahasiswa tidak anarkis dan polisi membebaskan rekan mahasiswa yang diamankan. (af)