MAHASISWA PERTANIAN KEBERATAN DIHINA DI SOCIAL MEDIA

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keseharan (FKIK) Universitas Tadulako terancam dijatuhi hukuman berat berupa sk...

Arus Abdul Karim Nakhodai Golkar Sulteng
Tetap Bandel, TNI AL Kembali Tangkap Kapal Asing di Natuna
Urus Berkas Sampai Seminggu, Kinerja Kadis Dikbud Banggai Dikeluhkan

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keseharan (FKIK) Universitas Tadulako terancam dijatuhi hukuman berat berupa skorsing, bahkan bisa berujung pemecatan sebagai mahasiswa. Pasalnya, Irma Fitriani memposting di akun facebook miliknya yang melecehkan mahasiswa Fakultas Pertanian dengan menyebut istilah-istilah yang berbau menghina sesama mahasiswa. Ada dua kata-kata yang sangat tidak bisa diterima mahasiswa Fakultas Pertanian, baik dari Prodi Agribisnis maupun Prodi Agroteknologi, yakni kata “sapi” dan “Tolol”.

Akibat postingan tersebut, mahasiswa Fakultas Pertanian ingin melakukan tindakan mencari oknum yang bernama Irma Fitriani di FKIK, namun dosen-dosen Faperta mengingatkan agar tidak anarkis tetapi menyampaikan keberatannya ke Komisi Disiplin (Komdis) Universitas Tadulako. Tepat pukul 10.00 wita, aksi unjuk rasa dimulai start dari kampus Faperta menuju Media Center, tempat di mana Komdis Untad berkantor. Mahasiswa meminta agar Irma Fitriani, selain diskorsing, juga diserahkan ke aparat kepolisian untuk ditindak sesuai dengan UU IT. Bila perlu dipecat dari mahasiswa Universitas Tadulako, kata salah seorang pengunjuk rasa yang menilai Irma Fitriani telah melakukan penghinaan yang bisa memancing tawuran antarfakultas dalam lingkungan Universitas Tadulako.

Dari selebaran hasil postingan yang ada di tangan pengunjuk rasa, ditemukan beberapa pernyataan yang berbau provokatif. Pada tanggal 16 November 2014, pukul 11.16 wita, Irma Fitriani memposting komentarnya: Irma Fitriani-“sy so tw sapa yg demo. Itu beberapa kelas dari jurusan di Fak pertanian yg notabenenya mahasiswanya Prof wati sendiri….mereka disuruh kuliah di ruangan pasca. Sampe disana ternyata disuruh ikut demo, klo tidak, tidak boleh ttd absen kuliah. Sampe di lokasi, sudah siap semua posternya. Dan demolah mereka. Pada pukul 11.17 wita, diposting lagi. Irma Fitriani-apa yg mw sy sampaikan disini adalah sejak zaman perjuangan kemerdekaan itu selalu kita dikasi tw klo mahasiswa lah yg idealis…mereka lah yg berjuang demi kemerdekaan..tapi kalo TOLOL bgitu mahasiswanya, sapalg y mw idealis???. Pukul 11.19 wita postingan dilanjutkan. Irma Fitriani-saat sy tanyakan, setelah demo, mereka tdk ada usaha untuk cari tahu apa yg baru saja mereka lakukan. Pada jam yang sama. Irma Fitriani-jadi sy harap anak FK, teman2 dan adik2 semua jgn ada yg begitu!! Seperti tidak ada otak..sapi saja susah digiring, ini mahasiswa lebih gampang diarahkan drpda sapi. Pada pukul 11.21 wita, kembali melanjutkan postingannya. Irma Fitriani-sy mohon sekali, dari kita jangan ada yg seperti itu…sy bahkan bingung, mereka itu mahasiswa atau anak TK? Atw sapi?

Komisi Disiplin Untad yang menerima mahasiswa pengunjuk rasa berjanji akan meneruskan langkah-langkah penegakan etika akademik dalam kampus. Bila ada oknum mahasiswa seperti ini, dikhawatirkan di saat terjun di tengah masyarakat dapat mencedarai nilai-nilai sebagai seorang alumni. Menurut Dr Ir H Ramlann Ali MP, apapun alasannya, tindakan penghinaan yang ditujukan kepada sesama mahasiswa sangat tidak berkepatutan. Terlebih, kata Dr Ramlan, mahasiwa Pertanian sangat terluka membaca postingan itu di social media. Bahkan kata-kata TOLOL yang ditujukan ke mahasiswa Pertanian, mencerminkan penghinaan dan sikap takabur.

Informasi yang dihimpun Suarasulteng.com menyebutkan, hingga pukul 18.00 wita, Irma Fitriani masih menjalani sidang Komisi Disiplin Universitas Tadulako, dan masih akan dilanjutkan besok (Selasa, 02/12) di tempat yang sama. Mahasiswa Pertanian juga tidak akan berhenti melakukan aksinya jika Irma Fitriani tidak dijatuhi sanksi akademik berupa skorsing. “Kami akan terus mengawal kerja Komdis hingga jatuhnya sanksi akademik” bagi oknum pelaku, teriak mereka.(ss/*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: