Maling Bobol Gedung Fapetkan Untad

Maling Bobol Gedung Fapetkan Untad

PALU- Gedung pengajaran Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Untad dibobol pencuri. Pelaku berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp500 ribu, i...

Bukan Napi Koruptor, Presiden Tegaskan Pembebasan Hanya untuk Napi Tipidum
Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan
Hasil Lab Keluar, Bupati Morut Positif Covid-19

PALU- Gedung pengajaran Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Untad dibobol pencuri. Pelaku berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp500 ribu, infocus computer, dan layar LCD. Bahkan pencuri juga membongkar sejumlah lemari di lima ruangan di Fapetkan.

Dekan Fapetkan Prof Dr Ir Kaharudin Kasim Ms kepada Radar Sulteng mengungkapkan, aksi pencurian pertama kali diketahui pada Senin pagi (26/1) oleh salah seorang staf pegawai Fapetkan.

Diduga pelaku masuk dengan menjebol jendela di lantai bawah. Setelah itu langsung merusak sejumlah pintu ruang di dalam pengajaran Fabetkan, termasuk di dalam ruangan itu pelaku mengacak-acak laci meja serta sejumlah dokumen. “Untuk waktunya kita belum mengetahui karena pada Sabtu (24/1) libur, kami mengetahui setelah Senin (26/1) pagi ini,” katanya.

Ia juga menjelaskan, bahwa pelaku berhasil membawa uang sebesar Rp500 ribu yang ada di dalam laci serta dua infocus komputer dan layar LCD. ”Jadi ada lima ruangan yang dibongkar termasuk ruangan saya yang sepertinya dibongkar dengan linggis, dan kita perkirakan kerugian mencapai juta rupiah,” tegasnya.

Ia menduga pelaku yang melakukan ini, bukan orang dalam, karena jika orang dalam pasti mengetahui bahwa memang di gedung pengajaran Fapetkan tidak ada uang serta barang-barang berharga. ”Kita yakin ini pelaku orang dari luar, makanya semua ruangan dibongkar termasuk semua laci yang ada di meja,” tegasnya.

Ia berharap agar hal serupa tidak terjadi lagi, dan mengharapkan peran anggota Satuan Pengamanan (Satpam) dapat lebih intens lagi, saat menjaga atau piket. Serta diharapkan ada Satpam setiap malamnya yang menjaga di setiap fakultas. ”Olehnya kita juga mengharapkan kepada pihak universitas dapat memasang kamera CCTV khususnya di setiap pengajaran, atau menambah kembali anggota personil Satpam,” pungkasnya.

Atas kejadian tersebut, Prof Kaharudin mengaku telah melaporkan pembobolan tersebut kepada pihak kepolisian. (af/*)

Sumber: Radar Sulteng