Oknum AR yang Ditangkap Polda Bukan Dosen Untad

Oknum AR yang Ditangkap Polda Bukan Dosen Untad

Pihak Kampus Universitas Tadulako menyatakan bahwa oknum inisial AR (27) yang tertangkap oleh Pihak Polda Sulteng bukan dosen di Universitas Tadulako....

Prof Nurdin, Dekan FKM yang Sabar Mengabdi
Hibah Masuk FK Dihapus, Mahasiswa Senior di FK Anggap Mahasiswa Baru Seenaknya Nikmati Fasilitas
Bukan Napi Koruptor, Presiden Tegaskan Pembebasan Hanya untuk Napi Tipidum

Pihak Kampus Universitas Tadulako menyatakan bahwa oknum inisial AR (27) yang tertangkap oleh Pihak Polda Sulteng bukan dosen di Universitas Tadulako. Oknum inisial AR itu, sebagaimana dilansir dari berita di berbagai sumber, tertangkap karena membawa kembang api dan menghasut massa saat demo penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, pada Kamis (8/10).

Dekan Fisip, Prof Dr Muhammad Khairil

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untad, Prof Dr Muhammad Khairil MSi dalam keterangannya menyatakan bahwa oknum AR itu bukan dosen di FISIP Untad. Dekan FISIP menyampaikan, oknum AR itu baru mengajukan lamaran sebagai dosen, tetapi belum diterima.

“Jadi dia (AR, red), baru mengajukan lamaran sebagai dosen BLU. Kami belum jadwalkan karena memang belum ada SK Rektor sebagai dosen BLU. Dasar untuk menjadwalkan adalah harus ada SK Rektor sebagai dasarnya. Jadi, sekali lagi, yang bersangkutan bukan dosen UNTAD. Dia baru mengajukan permohonan, tetapi dengan ada kejadian ini, sesuai dengan arahan pimpinan, permohonan itu akan kami tolak,” tegas Prof Khairil.

Penegasan terkait hal itu juga disampaikan langsung oleh Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz.┬áRektor menyatakan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Pihak Polda Sulteng bahwa inisial AR atau RA (sebagaimana pemberitaan lain) bukan dosen di Kampus Untad. “Oknum AR itu baru mengajukan permohonan ke Fisip, dan belum ada SK-nya. Jadi dia hanya mengaku sebagai dosen, padahal belum. Kami juga memastikan, dengan adanya kejadian tersebut yang saat ini ditangani oleh Polda Sulteng, Untad┬átidak akan menerima oknum tersebut sebagai dosen di kampus ini,” jelas Rektor.

Seperti dilansir di berbagai pemberitaan, oknum yang mengaku dosen Untad itu ditangkap oleh Pihak Polda Sulteng saat demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja berakhir ricuh. “Oknum yang mengaku dosen itu dapat diancam dengan Pasal 160 dan 212 KUHP karena perbuatannya,” ujar Pihak Polda Sulteng melalui Kasubbid Penmas seperti dilansir dari berbagai sumber. (ss07)