Pakai Sabu, Oknum Polisi Terancam 4 Tahun Penjara

Pakai Sabu, Oknum Polisi Terancam 4 Tahun Penjara

PALU – Makin panjang deretan oknum polisi yang terlibat penyalahgunaan narkotika. Kali ini, Direktorat Narkoba Polda Sulteng, kembali melakukan proses...

Semprot Tubuh dengan Disinfektan saat Masuk Banggai Harap Dihentikan, WHO: Berbahaya
Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan

PALU – Makin panjang deretan oknum polisi yang terlibat penyalahgunaan narkotika. Kali ini, Direktorat Narkoba Polda Sulteng, kembali melakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang melakukan penyalahgunaan narkotika.

Pelakunya yakni Brigadir AM, anggota Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Sulteng. AM ditangkap anggota Bid Propam dan Ditnarkoba Polda Sulteng, berdasarkan laporan masyarakat yang mengetahui aktivitas pelaku selama ini.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto membenarkan penangkapan yang dilakukan terhadap oknum anggota Polda Sulteng tersebut. Dikatakan Hari, pelaku yang kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka itu, ditangkap pada Rabu 18 Februari yang lalu.

“Tersangka langsung dibawa dan diamankan ke ruang piket Pamilan untuk diperiksa. Dari penggeledahan, ditemukan alat isap Narkoba, jenis sabu,” jelas Kabid Humas, Kamis (5/3).

Masih menurut Hari, petugas kemudian melanjutkan pemeriksaan ke kamar kos milik tersangka, di seputaran Jalan Sutomo. Di tempat tersebut petugas kembali menemukan alat timbang dan plastic kecil yang sudah digunting. “Digeledah lagi, didapatkan satu paket sabu dari dalam dompet tersangka,” katanya.

Hasil tes urine terhadap tersangka, juga positif menggunakan narkoba. Dari sejumlah barang bukti yang diamankan, Brigadir AM diduga tidak hanya pemakai, namun juga berperan sebagai pengedar sabu. “Sehingga kasusnya kita teruskan ke Ditnarkoba Polda Sulteng, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” ungkap Hari.

Dari penggeledahan badan dan di tempat kos tersangka, petugas mengamankan sebuah alat isap (bong), sebuah kaca pirex, satu paket sabu seberat 0,24 gram, satu unit timbangan digital, serta belasan kantong plastik kecil. Tersangka sendiri dijerat pasal 112 dan 127 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya sendiri minimal 4 tahun penjara. (agg)

Sumber: Radar Sulteng