Partainya Raja Dangdut Gagal Lolos Seleksi Administrasi Kemenkumham

Partainya Raja Dangdut Gagal Lolos Seleksi Administrasi Kemenkumham

Jakarta – Partai besutan Raja Dangdut, Rhoma Irama, Partai Islam Damai dan Aman (Idaman) gagal mendapatkan status badan hukum di Kementerian Hukum dan...

Tegas, Mendikbud Akan Pecat Kepsek yang Laksanakan Ospek Tidak Mendidik
Presiden Perintahkan Menteri PP dan PA Kawal Kasus Eksploitasi Anak
Irianto Janji Seriusi Perbaikan Bangkep

Jakarta – Partai besutan Raja Dangdut, Rhoma Irama, Partai Islam Damai dan Aman (Idaman) gagal mendapatkan status badan hukum di Kementerian Hukum dan HAM. Partai yang Idaman itu tidak lolos dalam seleksi administrasi yang ditetapkan dalam Undang-Undang Partai Politik.

“Sebagian besar partai tidak lolos karena terganjal dalam syarat administrasi kepengurusan,” ujar Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dalam jumpa pers di Gedung Kemenkumham Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Menurut Yasonna, salah satu syaratnya, kepengurusan partai politik harus mencakup semua provinsi. Kemudian, kepengurusan pada setiap provinsi paling sedikit 75 persen dari jumlah kabupaten/kota yang bersangkutan.

Selain itu, kepengurusan paling sedikit 50 persen dari jumlah kecamatan pada kabupaten/kota yang bersangkutan. Ketentuan tersebut tercantum dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.

“Bukti keberadaan kantornya di setiap kepengurusan juga harus diverifikasi,” kata Yasonna.

Dalam tahap ini, terdapat lima partai politik yang mendaftarkan badan hukum. Kelima partai tersebut adalah Partai Islam Damai dan Aman (Idaman), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Rakyat, Partai Rakyat Berdaulat, dan Partai Kerja Rakyat Indonesia.

Dari kelima partai tersebut, hanya PSI yang dinyatakan lolos verifikasi dan mendapatkan status badan hukum.

Sementara itu, Rhoma Irama mengatakan, partainya akan segera mengakuisisi partai lain setelah dinyatakan tidak lolos dalam seleksi badan hukum. Menurut Rhoma, hal tersebut juga disarankan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly.

“Dalam rangka meminta penjelasan dan arahan, bagaimana agar kami tetap bisa jadi peserta pemilu 2019, Beliau (Yasonna) mengarahkan agar kami mengakuisisi partai lain, sebagaimana Perindo,” ujar Rhoma dalam jumpa pers di Kantor DPP Partai Idaman, Jakarta, Minggu (9/10/2016).

Menurut Rhoma, sejak awal Partai Idaman telah mempertimbangkan untuk memilih mengikuti seleksi badan hukum atau bergabung dengan partai lain yang telah memiliki badan hukum.

Namun, pada akhirnya Partai Idaman memilih untuk mengikuti seleksi di Kemenkumham.

“Akhirnya kami putuskan bekerja dulu untuk tes kemampuan di bawah. Namun, saat ini, sesuai pengarahan Pak Menteri agar kami akuisisi saja, Beliau katakan ada 73 partai, tinggal pilih saja mana yang sesuai platform Partai Idaman,” kata Rhoma. (ss*fjr/kompas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: