Pegawai Kejati: Dosen Dipanggil sebagai Saksi untuk Lengkapi Materi Pemeriksaan

Pegawai Kejati: Dosen Dipanggil sebagai Saksi untuk Lengkapi Materi Pemeriksaan

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah memeriksa saksi-saksi dugaan penyelewengan dana penelitian di Universitas Tadulako ...

Sesuai Prosedur, Polda Metro Minta Hakim Tolak Praperadilan Buni Yani
Polisi Tangkap Sulthan Prayuda Putra, Oknum Mahasiswa yang Bawa Narkoba dalam Tas Menuju Kampus
Ekspos Perkara dan Rekaman, Roky Ikut Halangi Tugas Polisi

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah memeriksa saksi-saksi dugaan penyelewengan dana penelitian di Universitas Tadulako (Untad). Sejak dua minggu lalu, secara bergantian para saksi dipanggil ke Kejati Sulteng untuk dimintai keterangannya. Kepastian ini diungkapkan oleh salah seorang pegawai Kejati Sulteng kepada reporter media ini pada Selasa (29/3).

Informasi yang dihimpun, para saksi yang dipanggil itu mayoritas adalah dosen Untad. Hal itu karena para saksi itu menjadi korban langsung dari penyelewengan dana yang dilakukan oleh oknum bendahara di Lembaga Penelitian yang nama panggilan kesehariannya berinisial UP.

“Jadi dosen-dosen Untad ini dipanggil sebagai saksi untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Oknum bendahara saat ini statusnya terperiksa yang bukan tidak mungkin akan ditingkatkan statusnya,” ujar pegawai itu.

Berkenaan dengan alur kasus yang menjerat oknum bendahara dan materi pemeriksaan, pegawai itu tidak mau menyampaikan secara gamblang. Namun, Ia menggarisbawahi bahwa oknum bendahara yang statusnya terperiksa itu menggelapkan uang penelitian yang seharusnya disalurkan kepada dosen peneliti. Namun, oleh oknum tersebut, dana itu tidak disalurkan dengan sepatutnya, sehingga banyak dosen yang tidak menerima dana penelitian karena ulah oknum itu.

“Itu sudah menjadi materi pemeriksaan sekaligus alat bukti nanti. Yang jelas, terperiksa adalah oknum bendahara itu. Bukan dosen. Jadi kalau ada berita-berita yang menyampaikan bahwa dosen-dosen yang bersalah itu berita yang tidak dikonfirmasi kepada kami. Tidak tahu dari mana asal sumbernya,” ujarnya ketus. (ss*ku)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: