Pendaftaran SNMPTN 2015 Sudah Dimulai

Pendaftaran SNMPTN 2015 Sudah Dimulai

PALU- Terhitung mulai 22 Januari 2015, pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 sudah resmi dibuka. Terkait dengan itu...

Bukan Napi Koruptor, Presiden Tegaskan Pembebasan Hanya untuk Napi Tipidum
Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan

PALU- Terhitung mulai 22 Januari 2015, pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 sudah resmi dibuka. Terkait dengan itu, sekolah di seluruh wilayah Sulteng harus mulai melakukan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Pengisian PDSS harus dilakukan secepatnya karena memiliki batas waktu hingga 8 Maret 2015.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Panitia SNMPTN Universitas Tadulako (Untad) Prof H Hasan Basri MA PhD, kemarin (3/2). Wakil  Rektor  Bidang Akademik  Untad ini menjelaskan a sistem pola penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada perguruan tinggi negeri (PTN) 2015 masih sama dengan tahun 2014 , yakni melalui jalur SNMPTN dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri masing-masing PTN.

” Jalur SNMPTN ini, dikhususkan untuk tamatan sekolah lanjutan tahun 2015, dan ini prosesnya sudah dimulai. Sementara SBMPTN itu sistem penerimanya berdasarkan hasil ujian tulis dan ujian keterampilan, ” tegasnya.

Menurutnya Pendaftaran PDSS ini merupakan langkah pertama bagi siswa dan sekolah untuk mengikuti SNMPTN 2015. Olehnya, ia meminta pihak sekolah mulai dari SMA, SMK, MAN , dan MAK se Sulteng yang berjumlah kurang lebih 517 sekolah   harus mulai melakukan pengisian PDSS. Mengingat jumlah sekolah yang mengikuti program SNMPTN Tahun 2014, dari jumlah sekolah sekitar 517 se Sulteng hanya sekitar 127 yang mendaftarkan siswanya dalam PDSS.

Lebih lanjut, dia menerangkan langkah dan tata cara dalam PDSS ini tidak berbeda dengan tahun lalu. Antara lain data nilai siswa yang masuk berdasarkan hasil ujian akhir tiap semester minimal hingga lima semester. Bahkan, seluruh biaya SNMPTN akan ditanggung pemerintah dan SBMPTN yang disertai tes tertulis, pemerintah hanya memberi subsidi. Masa pendaftaran SNMPTN 2015 adalah 13 Februari hingga 15 Maret.

“Dalam SNMPTN, sekolah nanti mendata nilai siswa (rapor) dari kelas satu hingga tiga, ujian akhir juga. Nantinya semuanya diolah dan diproses. Data dalam PDSS ini harus diisi dengan objektif dan jujur diisi oleh sekolah,” tegasnya.

Untuk pola kuota penerimaan mahasiswa PTN dari jalur SNMPTN akan di terima kurang lebih sebanyak 50 persen, SBMPTN 30 persen dan seleksi Mandiri PTN sebanyak 20 persen dari kuota yang di tentukan.”Karena itu 50 persen mahasiswa akan di terima melalui jalur SNMPTN dan ini pendaftar tanpa biaya serta gratis , dan ini harus bisa dimanfaatkan oleh seluruh siswa dan sekolah. Jadi jika sekolahnya tidak mengisai PDSS maka siswanya tidak akan terdaftar masuk PTN melalui jalur SNMPTN, dan ini sangat di sayangkan,” tegasnya.

Ia lantas menghimbau kepada seluruh sekolah dapat mengisi PDSS sesuai dengan nilai siswa yang sebenarnya. Menurutnya pemerintah akan memberikan sanksi tegas bagi siswa maupun sekolah yang terbukti melakukan kecurangan, salah satunya terkait data PDSS. Sanksi bagi siswa adalah kelulusan siswa di SNMPTN akan dibatalkan.

“Sedangkan bagi sekolah, tidak akan diikutsertakan lagi dalam SNMPTN tahun berikutnya. Ini dalam rangka edukasi nasionla untuk menanamkan nilai kejujuran,” tegasnya.

Sementara untuk dadwal pendaftaran SNMPTN di mulai pada tanggal 22 Januari sampai 8 Maret untuk pengisian dan verifikasi PDSS, dan pada 13 Februari hingga 15 Maret pendaftaran, untuk pencetakan kartu peserta pada 13 April sampai 13 Mei. ”Untuk pengumumannya pada 9 Mei , dan pendaftaran ulang peserta yang di nyatakan lulus SNMPTN pada 9 Juni. Dan ini juga akan tetap mengacu pada hasil Ujian Nasional,” tegasnya.

Lanjut dia kuota tahun ini, khususnya Untad akan menerima mahasiswa baru sekitar 5.000 sampai 6.000 mahasiswa baru. ”Olehnya sistem penerimaannya itu akan kita ambil dari 50 persen SNMPTN, 30 persen SBMPTN dan seleksi Mandiri sebesar 20 persen,”pungkasnya.(af/*)

Sumber: Radar Sulteng