Pengamat Sosial: Mahasiswa Sudah Cerdas, Tidak Mudah Dimanfaatkan untuk Ambisi Politik atau Jabatan

Pengamat Sosial: Mahasiswa Sudah Cerdas, Tidak Mudah Dimanfaatkan untuk Ambisi Politik atau Jabatan

Oknum pejabat, oknum politisi, atau oknum dosen yang berpolitik dan ingin memanfaatkan mahasiswa sudah harus berpikir berkali-kali jika ingin menghasu...

Basri dan Istrinya Ditangkap. Ini Kronologisnya…
Jelang Lebaran, Waspadai Oknum Wartawan dan Aktivis LSM Pemeras
Presiden Perintahkan Menteri PP dan PA Kawal Kasus Eksploitasi Anak

Oknum pejabat, oknum politisi, atau oknum dosen yang berpolitik dan ingin memanfaatkan mahasiswa sudah harus berpikir berkali-kali jika ingin menghasud dan memprovokasi mahasiswa. Ini karena mahasiswa saat ini sudah cerdas dalam menyikapi setiap informasi dan isu yang beredar. Mahasiswa tidak lagi mudah dihasud dan diprovokasi oleh oknum yang berpolitik demi ambisi politik maupun ambisi jabatan.

Pandangan itu disampaikan oleh Abdurrahman SSos MA, pakar dan pemerhati sosial. Abdurrahman menyampaikan bahwa saat ini mahasiswa sudah cerdas dalam membaca situasi. Mahasiswa tidak lagi mudah dimanfaatkan oleh politisi yang gagal, pejabat yang kecewa, atau bahkan dosen di perguruan tinggi yang berpolitik dan tujuan atau ambisinya tidak tercapai.

“Saya mengamati dan melihat langsung fenomena itu. Mahasiswa sekarang sangat cerdas. Jika ada oknum politisi, oknum pejabat, atau oknum dosen yang menghasud dan memprovokasi agar mahasiswa berdemo untuk memuluskan ambisi mereka, mahasiswa sudah mengetahui bahwa penghasud itu memiliki maksud ambisi politik atau ambisi jabatan. Terutama oknum dosen yang ambisi jabatan, mahasiswa sudah bisa membaca maksud di balik nasihat yang diberikan. Jadi ada mahasiswa yang sampai katakan bahwa kadang-kadang ada dosen yang seolah-olah memberi nasihat padahal sudah menghasud dan memprovokasi mereka,” ujar pria kelahiran tahun 1969 itu.

Abdurrahman menjelaskan bahwa saat ini mahasiswa sudah semakin menunjukkan kedewasaan berpikir sehingga lebih mengutamakan dialog, diskusi, dan musyawarah dalam menyikapi setiap isu sosial kemasyarakatan.

“Saya selalu mengikuti dinamika mahasiswa di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Ternyata pemikiran dan gerakan mereka sudah konstruktif. Sudah selalu mengandalkan musyawarah yang tentu saja sesuai dengan nilai luhur Pancasila,” jelas pria yang sudah 20 tahun menjadi pemerhati sosial itu.

Abdurrahman kembali menambahkan perubahan pola komunikasi itu tidak lepas dari pengalaman mahasiswa saat ini yang melihat bahwa sudah banyak aksi mereka pada masa lalu yang ditunggangi oleh aktor yang tidak bertanggungjawab. Aktor-aktor tidak bertanggungjawab itu memanfaatkan mahasiswa demi kepentingan mereka semata tanpa memikirkan lagi keselamatan mahasiswa.

“Jadi mereka ini atau aktor-aktor ini ada di mana-mana. Baik sebagai politisi, pengusaha, pejabat, maupun dosen-dosen di kampus yang selalu memanfaatkan mahasiswa demi kepentingan dan ambisi mereka semata. Terutama dosen, karena saya melihat ini gejala di perguruan tinggi, jika mahasiswa berhasil, mereka yang akan tampil seolah menjadi pemenang. Namun, saat mahasiswa menjadi korban provokasi oknum yang ambisi itu, oknum-oknum itu malah bersembunyi. Dan di beberapa perguruan tinggi, oknum-oknum dosen yang ambisi itu malah menyalahkan pimpinan perguruan tinggi,” kata Abdurrahman saat diwawancarai pada Kamis (19/1).

Untuk itu, Abdurrahman mengimbau kepada seluruh mahasiswa, dan juga masyarakat agar selalu berpikir dan bertindak konstruktif, serta mampu menyaring informasi dengan baik. Abdurrahman juga mengingatkan agar mahasiswa harus cerdas sehingga tidak mudah dimanfaatkan oleh oknum pejabat yang kemauannya tidak terpenuhi, termasuk juga oknum pejabat atau dosen di perguruan tinggi.

“Karena sekali lagi, jika ada korban, oknum pejabat atau oknum dosen yang berpolitik itu sudah pasti tidak akan menjenguk. Oknum pejabat atau oknum dosen yang berpolitik itu justru hanya memanfaatkan mahasiswa. Tapi saya yakin, saat ini mahasiswa sudah cerdas dan tidak mudah dihasud oleh oknum pejabat maupun dosen di perguruan tinggi untuk melakukan gerakan. Ayo selalu utamakan musyawarah, jika menerima informasi jangan langsung dipercaya, harus selalu check and recheck karena oknum pejabat atau oknum dosen biasanya menghasud dengan pura-pura memberikan nasihat,” tutup Abdurrahman. (yud)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0