Pimpinan MPR Ikut Kirim Undangan

Pimpinan MPR Ikut Kirim Undangan

JAKARTA – Sejak sepekan terakhir, pimpinan MPR telah mengirimkan undangan pelantikan Jokowi-JK ke berbagai pimpinan partai politik. Meski terkesan men...

Istana: Darurat Sipil Opsi Terakhir
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan
Bukan Napi Koruptor, Presiden Tegaskan Pembebasan Hanya untuk Napi Tipidum

JAKARTA – Sejak sepekan terakhir, pimpinan MPR telah mengirimkan undangan pelantikan Jokowi-JK ke berbagai pimpinan partai politik. Meski terkesan menciptakan safari politik tersendiri, ada maksud khusus dari para pimpinan MPR untuk sengaja mengirimkan undangan secara langsung tersebut.

Misalnya, Jumat (17/10/2014) Ketua MPR Zulkifli Hasan mendatangi Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di kantor PP Muhammadiyah untuk secara langsung menyerahkan undangan. ’’Sejak awal MPR berkomitmen menyampaikan kepada masyarakat bahwa pelantikan Jokowi-JK akan berlangsung aman dan tertib tanpa diwarnai upaya penjegalan,’’ katanya.

Dia mengakui, pernah muncul isu penjegalan sampai pada ide pembuatan dekrit untuk memperpanjang jabatan Presiden SBY. Isu itu langsung dihadang pimpinan MPR dengan menunjukkan berbagai bukti nyata. Diawali pertemuan dengan seluruh fraksi di MPR yang menghasilkan komitmen seluruh fraksi untuk menghadiri pelantikan Jokowi-JK.

Upaya dilanjutkan dengan penetapan alat kelengkapan MPR yang berlangsung secara musyawarah mufakat. Sayangnya, isu negatif menjelang pelantikan Jokowi-JK terus berembus. ’’Akhirnya, kami menilai harus ada tindakan langsung untuk membuktikan bahwa pelantikan aman,’’ ujarnya.

Pimpinan MPR akhirnya berhasil menggelar pertemuan antara DPR dan DPD dengan Jokowi selaku presiden terpilih. Zulkifli menilai, hasil pertemuan itu signifikan meredakan isu penjegalan. Pimpinan MPR merasa hal tersebut belum cukup sehingga dilakukan upaya proaktif dengan menyampaikan undangan kepada masing-masing tokoh politik. Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, hingga Megawati telah mendapat undangan langsung dari pimpinan MPR.

’’Undangan kepada ketua umum PP Muhammadiyah adalah undangan terhadap tokoh agama. Ini sekaligus membuktikan bahwa tidak ada yang namanya penjegalan atau apa pun,’’ tegas wakil ketua umum Partai Amanat Nasional itu.

Din mengapresiasi positif langkah pimpinan MPR tersebut. Meski bukan lagi lembaga tertinggi negara, MPR mampu memberikan harmoni di lingkungan parlemen sehingga perannya tidak bisa dianggap enteng. ’’Saya sempat kepikiran minta tolong lewat staf, minta undangan pelantikan karena merasa ini penting. Tapi, ternyata kami malah mendapat undangan langsung. Ini merupakan perintah pimpinan MPR,’’ ujar Din menyatakan kesiapannya.

Setelah menyampaikan undangan kepada Din, giliran pimpinan MPR mendatangi Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto kemarin. Zulkifli bersama Wakil Ketua MPR E.E. Mangindaan, Mahyudin, dan Oesman Sapta diterima dengan hangat oleh Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara. ’’Saya sangat ingin hadir. Namun, saya juga ada urusan pribadi yang harus saya selesaikan di luar negeri. Jika urusan saya selesai pada hari Minggu, saya akan berusaha keras kembali ke Indonesia untuk menghadiri (pelantikan),’’ ujar Prabowo.

Menurut dia, sebelum bertemu pimpinan MPR, paginya dirinya juga bertemu Jokowi. Dalam pertemuan itu, Prabowo sudah menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi atas pelantikannya. ’’Jadi, meski tidak datang, saya sudah mendahului mengucapkan selamat. Seandainya saya tidak hadir, jangan diartikan macam-macam,’’ tegasnya. (af/*)

Sumber: http://www.jawapos.com/baca/artikel/8229/Pimpinan-MPR-Turun-Tangan-Kirim-Undangan