Polda Bongkar Pengoplos Tabung Gas 12 Kilogram

Polda Bongkar Pengoplos Tabung Gas 12 Kilogram

PALU – Masyarakat pengguna gas elpiji 12 kilogram patut waspada. Polda Sulteng, belum lama ini berhasil membongkar praktik ilegal, berupa pengoplosan ...

Hasil Lab Keluar, Bupati Morut Positif Covid-19
Bukan Napi Koruptor, Presiden Tegaskan Pembebasan Hanya untuk Napi Tipidum
Istana: Darurat Sipil Opsi Terakhir

PALU – Masyarakat pengguna gas elpiji 12 kilogram patut waspada. Polda Sulteng, belum lama ini berhasil membongkar praktik ilegal, berupa pengoplosan gas 3 kilogram yang disubsidi ke dalam tabung gas 12 kilogram.

Disinyalir, sudah ratusan tabung gas 12 kilogram oplosan yang berhasil diedarkan di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Parimo. Tidak hanya melakukan pengoplosan gas, pelaku yang kini telah diamankan anggota Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng, juga memalsukan plastik strap atau segel agen dan penutup segel tabung gas 12 kilogram.

Kepada wartawan, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus), AKBP Utoro Saputro mengungkapkan, terbongkarnya kasus ini berdasarkan banyaknya keluhan masyarakat yang kerap mendapati tabung gas 12 kilogram yang tidak pernah sesuai takaran. “Kami pun langsung melakukan penelusuran dan berhasil mengamankan pelaku,” kata Utoro, Rabu (4/3) kemarin.

Pelaku yang diketahui, berinisial RAM (42) diamankan dari salah satu rumah toko (Ruko) di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Talise. Saat menggrebek Ruko tersebut, petugas mendapati ratusan tabung gas 3 kilogram serta puluhan tabung gas 12 kilogram. Utoro mengungkapkan, dugaan petugas bahwa RAM telah melakukan praktik pengoplosan gas subsidi ke gas 12 kilogram (nonsubsidi), semakin kuat dengan adanya sejumlah tabung kosong gas 3 kilogram. “Juga ribuan penutup segel serta plastik segel yang hendak dipalsukan,” sebut Wadir Reskrimsus.

Dia juga menjelaskan, pada tabung gas 3 kilogram plastik segel berwarna merah. Sedangkan tabung gas 12 kilogram yang non subsidi, berwarna biru. Untuk meyakinkan pembeli, tabung gas oplosan sengaja dipasang plastik segel dan penutup segel berwarna biru. “Caranya penutup segel yang memang ada pada gas elpiji 3 kilogram diambil dan dipilox berwarna biru kemudian dipasang di tabung gas 12 kilogram,” ungkapnya.

Tabung-tabung gas 3 kilogram ini sendiri, dibeli dari sejumlah pangkalan resmi gas subsidi. Namun hingga kini, polisi belum menemukan keterlibatan agen, karena pelaku membeli sebagai pengecer tabung gas. Meski begitu, petugas tetap melakukan pengembangan dari kasus ini. Selama enam bulan beroperasi, keuntungan yang didapat pelaku juga tidak sedikit. “Dia beli tabung yang 3 kilo Rp16 ribu, dan dioplos ke dalam tabung 12 kilo. Kemudian tabung 12 kilo dijual lagi dengan harga antara Rp105ribu hingga Rp120 ribu, sementara harga normalnya tabung gas 12 kilo Rp146 ribu. Satu tabung saja dia bisa ambil keuntungan hingga Rp56 ribu,” ujar Utoro.

Petugas sendiri, juga tidak begitu yakin, bahwa tabung 12 kilogram yang dijual pelaku ke kios-kios tersebut, sesuai ukuran. Pasalnya ada sejumlah tabung gas, yang saat ditimbang tidak sampai 12 kilogram. Meski telah mengakui melakukan pengoplosan tabung gas 3 kilogram ke 12 kilogram, namun pelaku masih belum mau untuk mengakui alat apa yang dipakai untuk memindahkan gas. “Kita tetap cari alat apa yang dia gunakan. Tapi yang jelas sudah ada bukti permulaan yang cukup, yakni segel-segel dan penutup yang dia palsukan,” terang Wadir Reskrimsus.

Meski telah diamankan, petugas masih terus melakukan pendalaman dan belum menetapkan status tersangka kepada yang bersangkutan. Penyidik dalam kasus ini menerapkan pasal 55 junto pasal 53 undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, serta Pasal 8 ayat 1 undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Adapun sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan petugas, masing-masing 1.346 buah penutup segel tabung gas yang belum diwarnai, 270 buah penutup segel warna merah, 154 buah penutup segel warna biru.

Serta satu bungkus plastic warna biru dan 1 unit blower. Sementara, barang bukti berupa 106 tabung gas ukuran 3 kilogram (kosong), 89 tabung gas ukuran 12 kilogram dan 19 tabung gas 12 kilogram tanpa segel diamankan di ruang barang kantor baru Polda Sulteng. (af/*)

Sumber: RadarSulteng