Polda Sulteng: Belum Ada ISIS di Poso

Polda Sulteng: Belum Ada ISIS di Poso

PALU- Polda Sulteng menegaskan, organisasi terorisme Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) belum ada di wilayah Kabupaten Poso dan sekitarnya. Pernya...

Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan
Istana: Darurat Sipil Opsi Terakhir
Bukan Napi Koruptor, Presiden Tegaskan Pembebasan Hanya untuk Napi Tipidum

PALU- Polda Sulteng menegaskan, organisasi terorisme Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) belum ada di wilayah Kabupaten Poso dan sekitarnya. Pernyataan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Drs Hari Suprapto MSi, menepis isu yang kini berkembang di tengah masyarakat bahwa ISIS sudah bercokol di Poso.

“Kami tegaskan bahwa ISIS itu belum ada di Kabupaten Poso dan sekitarnya. Kami imbau masyarakat harap tenang, ketika mendengarkan isu-isu seperti ini,” kata Hari Suprapto, kepada para wartawan di Mapolda Sulteng, Kamis kemarin (26/3).

Kata dia, yang ada hanyalah organisasi sempalan radikal. Misalnya Jamaah Anshar Tauhid (JAT), Jamaah Indonesia (JI), dan Negara Islam Indonesia (NII). Kelompok-kelompok radikal ini telah dipaparkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk diwaspadai pergerakannya.

“Seperti yang disampaikan oleh Kepala BNPT bahwa yang ada selama ini di Indonesia, termasuk di Poso itu adalah sempalan organisasi radikal seperti JAT, JI, dan NII, “ jelas Hari, mengutip pernyataan yang disampaikan Kepala BNPT, Komjen Saud Usman Nasution.

Namun demikian, tandasnya, aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat Sulteng tetap waspada dengan kehadiran kelompok-kelompok radikal tersebut.  “Menyikapi organisasi sempalan radikal tersebut, untuk Sulteng dalam taraf waspada. Aparat hukum terus mengawasi perkembangan, apalagi penanggulangan terorisme merupakan upaya penegakan hukum,” terangnya.

Saat ini Santoso Cs diduga telah memproklamirkan organisasi radikal dengan nama Mujahidin Indonesia Timur (MIT), berdasarkan informasi dari youtube yang telah beredar di media sosial belum lama ini. Karena itu ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan upaya-upaya doktrinisasi kelompok radikal itu.

Terkait dua iven yang akan digelar dalam waktu dekat ini, yakni Sail Tomini dan Pilkada di Poso dan Touna pihak Polri tetap melakukan upaya-upaya Kamtibmas dalam bentuk Mantap Praja, yang berisikan tiga tugas yaitu pengamanan Sail Tomini oleh pengamanan mandiri dan Pilkada setelah Sail Tomini, kegiatan kepolisian rutin (patroli dan penyekatan), dan Kamtibmas.

“Soal tertangkapnya Santoso Cs atau tidak berdasarkan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, tugas rutin Polri tetap berjalan. Kapolda telah berkomitmen untuk melaksanakan tugas rutin itu dengan baik,” ujarnya.(mch)

Sumber: radarsulteng