Presiden Perintahkan Menteri PP dan PA Kawal Kasus Eksploitasi Anak

Presiden Perintahkan Menteri PP dan PA Kawal Kasus Eksploitasi Anak

Kasus eksploitasi anak di Jakarta Selatan mendapat atensi dari Presiden Joko Widodo. Presiden bahkan memerintahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan ...

Tetap Bandel, TNI AL Kembali Tangkap Kapal Asing di Natuna
Jelang Lebaran, Waspadai Oknum Wartawan dan Aktivis LSM Pemeras
Kata Presiden Jokowi Soal 12 Pahlawan di Rupiah Baru

Kasus eksploitasi anak di Jakarta Selatan mendapat atensi dari Presiden Joko Widodo. Presiden bahkan memerintahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Yohana Yembise untuk mengawal kasus ini.

“Pak Presiden menelepon saya untuk mengecek kasus ini. Tadi saya ketemu korban di Rumah Sosial Perlindungan Anak Bambu Apus, saya lihat kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Yohana saat menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan, Minggu (27/3) siang.

Yohana menjelaskan, saat di RSPA bertemu dengan dua orang anak yang menjadi korban, yakni Wiwit dan Riski. “Keduanya sangat lemah. Mereka tidak diberikan pendidikan, padahal mereka ingin sekali sekolah,” katanya.

Menurutnya, pelaku harus diberikan hukuman setimpal. Meski sekalipun yang mengekploitasi orang tua kandung anak sendiri. “Itu jelas melanggar hukum, maksimal ancaman bagi pelaku ialah penjara 20 tahun. Saya apresiasi Polres Jakarta Selatan,” kata Yohana.

Anak-anak, kata Yohana, adalah aset negara. Sehingga tidak sepantasnya dieksploitas apalagi sejak kecil dan dipaksa. “Tentu akan menjadi prioritas kami. Pak Presiden sudah mendukung dan menambah biaya operasional,” ujarnya.

Seperti diketahui, Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kasus eksploitasi anak di bawah umur. Korban dipaksa mengemis di perempatan jalan.

Bahkan ada bayi berusia enam bulan yang diajak mengemis. Parahnya lagi, pelaku memberinya obat penenang berbahaya agar tidak rewel. Total empat tersangka ditetapkan di kasus ini. Mereka ialah ER, S, NH dan I.

Kini keempatnya sudah mendekam di balik jeruji besi dan dijerat dengan pasal 2 UU No 21 tahun 2007 tentang TPPO, pasal 76b UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya, pidana maksimal 15 tahun penjara. (ss*ku/jpnn.com)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: