Presidium BEM Untad Pidanakan Bekas Ketua HIMASOS

Presidium BEM Untad Pidanakan Bekas Ketua HIMASOS

Tindakan Bekas Ketua Himasos, Muhammad Fahrur Razi yang telah mencemarkan Universitas Tadulako yang saat ini dalam masa persiapan reakreditasi merupak...

Khawatir Tsunami, Warga Poso Mengungsi Usai Diguncang Gempa 6,6 SR
Irianto Janji Seriusi Perbaikan Bangkep
Urus Berkas Sampai Seminggu, Kinerja Kadis Dikbud Banggai Dikeluhkan

Tindakan Bekas Ketua Himasos, Muhammad Fahrur Razi yang telah mencemarkan Universitas Tadulako yang saat ini dalam masa persiapan reakreditasi merupakan tindakan yang berpotensi merugikan puluhan ribu calon alumni Untad. Pasalnya, jika dalam reakreditasi Untad akibat pemberitaan yang penuh dengan kebohongan itu mengakibatkan akreditasi mengalami penurunan dari akreditasi sekarang maka Ketua Himasos harus bertanggungjawab lahir batin.

Demikian ditegaskan oleh Zubair, Presidium BEM Untad yang didampingi oleh Buyung dan Muh Alif Diman. Zubair melanjutkan, dirinya secara pribadi dan mewakili teman-teman calon korban, jika pada akhirnya Untad mengalami penurunan akreditasi akibat pemberitaan yang banyak bohongnya itu dan faktanya diputarbalikkan. “Saya secara pribadi akan meminta pertanggungjawaban bersama puluhan ribu calon alumni jika akreditasi Untad mengalami penurunan. Saya tidak tahu apa yang akan kami lakukan nanti,” jelas Zubair.

Buyung juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melaporkan bekas Ketua Himasos itu ke pihak Reskrim Polresta Palu. Selain pencemaran nama institusi yang terancam akreditasinya, kami juga akan melaporkan pidana UU ITE karena pemberitaan online di mana-mana yang telah kami capture yang berbeda dengan fakta yang kami miliki saat kami mengkalrifikasi ke pihak pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Alif juga mengakui bahwa pihaknya sudah menghubungi Rektor untuk mendapatkan penjelasan atas berita-berita bohong itu. Namun Rektor hanya menjawab singkat, “biarkan semua itu berjalan. Dan Nanda harus sabar sebab semua kejadian di muka bumi ini selalu ada hikmahnya,” demikian pesan Rektor yang ditirukan oleh Alif kepada Suara Sulteng.

Ketika Alif ditanya tentang tanggapan Rektor perihal rencana Presidium BEM Untad mempidanakan bekas Ketua Himasos, Alif mengatakan kalau hal itu tidak sempat disampaikan kepada Rektor. Memperkuat pernyataan Zubair sebelumnya, Rezki Febriansyah juga menambahkan bahwa sekali lagi, jika akreditasi terancam karena penyebaran berita bohong itu yang merusakn citra Universitas Tadulako dan berdampak kepada calon alumni, pihaknya tidak akan tinggal diam. Yang pasti, Senin nanti pihaknya akan melaporkan bekas Ketua Himasos ke Pihak Reskrim Polresta Palu. (ss*ing)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0