Rektor Untad Lancurkan Program Bakti Lingkungan

Rektor Untad Lancurkan Program Bakti Lingkungan

PALU- Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr Ir Muh. Basir Cyio SE MS yang baru saja dilantik  oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi...

Kasus Petani Bohotokong, KontraS Ingatkan Polres Banggai
Pemerhati Pendidikan: Yang Dilakukan Plt Kadis Dikbud Banggai itu Menghambat Pelayanan Prima
Tegas, Mendikbud Akan Pecat Kepsek yang Laksanakan Ospek Tidak Mendidik

PALU- Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr Ir Muh. Basir Cyio SE MS yang baru saja dilantik  oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI sebagai Rektor Untad dua periode ini, tidak menunggu lama untuk melakukan terobosan. Terbukti, dalam silaturahmi bersama seluruh jajaran Civitas Akademika Untad  di  Teater Room Media Centre Untad, kemarin (12/3), Rektor langsung meluncurkan program terbaru untuk mewujudkan kampus Untad yang berwawasan lingkungan.

Program tersebut adalah Program Bakti  Lingkungan Kampus Untad. Di mana menurut Rektor, program itu dirancang khusus bagi seluruh mahasiswa baru. Sehingga dalam pelaksanaan perdananya kali ini akan dimulakan oleh angkatan 2015/2016 dengan menjadikan Program  Bakti Lingkungan sebagai kegiatan ekstrakulikuler, yang diperkuat  oleh SK Rektor Nomor 386/UN28/KM/2012 tentang Panduan Ekstrakulikuler Mahasiswa Untad.

Dengan adanya program tersebut, maka jelas Rektor selama satu tahun mahasiswa baru Untad diwajibkan untuk tidak melepaskan jaket almamaternya. Bahkan mahasiswa baru diwajibkan memprogramkan  kegiatan ekstra kulikuler Bakti Lingkungan.

”Jadi program bakti lingkungan ada yang 2 SKS dengan poin 4.000, sementara yang 3 SKS  dengan poin 6.000. Tergantung mahasiswa mau mengambil yang mana. Jadi ekstrakulikuler ini juga sebagai bagian mata kuliah yang masuk dalam kehidupan bermasyarakat, dan wajib di ambil untuk syarat saat akan clearing dan ini berlaku untuk semua mahasiswa di semua fakultas,” ujar Prof Basir Cyio, sapaan akrab Rektor.

Lebih lanjut dia menjelaskan mahasiswa baru Untad dapat mengambil ekstrakulikuler di hari Sabtu atau Minggu. Pelaksanaan ekstrakurikuler ini akan diawasi oleh semua ketua Himpunan atau ketua BEM di fakultas masing-masing. Dalam ekstrakurikuler ini, bagi setiap mahasiswa melakukan bakti lingkungan akan mendapatkan poin 25 dalam waktu 3 jam.

“Dan jika ini dilakukan oleh semua mahasiswa setiap Sabtu Minggu, dan yakin selama  satu tahun maka poin yang ditetapkan dalam SKS ekstra kulikuler akan tercapai, dan mahasiswa akan mendapatkan sertifikat Bakti Lingkungan sebagai syarat saat akan clearing,” tegasnya.

Rektor juga mengaku optimis bakli lingkungan juga akan memberikan dampak besar bagi lingkungan kampus. Sebab bisa dipastikan jika 6.000 mahasiswa Untad yang melakukan bakti lingkungan di setiap fakultasnya maisng-masing, maka dirinya yakin kampus Untad akan bersih.

”Saya tidak bisa membayangkan,  jika semua mahasiswa Baru yang kurang lebih sekitar 6.000 jika tiap minggunya melakukan bakti lingkungan di fakultasnya masing-masing pasti rumput yang akan tumbuh tidak memiliki kesempatan untuk hidup,” tegasnya.

Olehnya, Rektor meminta seluruh Dekan di setiap Fakultas dapat mengawal program tersebut mulai tahun ini. Pasalnya,  dengan adanya program tersebut selain dapat menambah nilai mahasiswa, juga dapat mewujudkan kebersihan lingkungan.(nto)

Sumber: Radar Sulteng

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: