Sekolah di Pagimana Rubuh Dihantam Gempa

Sekolah di Pagimana Rubuh Dihantam Gempa

BANGGAI – Akibat gempa berkekuatan 6,1 Scala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Kabupaten Banggai, Senin (16/3) pekan lalu, bangunan di Sekolah Das...

Irianto Janji Seriusi Perbaikan Bangkep
Urus Berkas Sampai Seminggu, Kinerja Kadis Dikbud Banggai Dikeluhkan
Abdullah Kawulusan Jabat Plt Bupati Buol

BANGGAI – Akibat gempa berkekuatan 6,1 Scala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Kabupaten Banggai, Senin (16/3) pekan lalu, bangunan di Sekolah Dasar (SD) Pembina Pagimana dindingnya rubuh.

Dari hasil pantauan, dinding bangunan yang rubuh, kondisinya cukup parah. Dinding di bagian timur, semuanya rubuh. Akibatnya, bangunan yang biasanya digunakan sebagai tempat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tersebut sudah tidak bisa lagi difungsikan sebagaimana mestinya.

Salah seorang guru SD Pembina Pagimana, Anwar Tampara, mengatakan gempa yang mengguncang wilayah Pagimana tersebut, dirasakan cukup kuat oleh warga Pagimana.

Gempa yang terjadi pada pukul 07.17 (menurut catatan BMKG), selain merubuhkan dinding salah satu bangunan, juga membuat retak beberapa dinding lainnya. “Saat itu, anak-anak untungnya masih berada di luar, karena sedang apel. Luar biasa paniknya, karena memang selama ini, kami tidak pernah merasakan gempa sebesar ini kekuatannya,” kata Anwar ditemui di sekolahnya, Jumat (20/3).

Menurut Anwar, di hari terjadinya gempa tersebut, atas arahan dari UPTD Pendidikan Kecamatan Pagimana, para siswa dipulangkan lebih awal. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi kata Anwar, setelah gempa berkekuatan 6,1 SR, warga masih merasakan beberapa kali gempa susulan, tapi dengan kekuatan yang lebih lemah.

Anwar juga mengungkapkan, selain bangunan yang rubuh, akibat gempa, satu unit televisi milik sekolah yang beralamat di Jalan Mawar Kelurahan Pagimana Kecamatan Pagimana itu, jatuh dan rusak. “Walaupun pada hari terjadinya gempa, siswa kita pulangkan lebih awal, tapi secara umum, setelah gempa kegiatan pendidikan di sekolah ini tidak terganggu. Pada hari berikutnya, yakni Selasa, kegiatan belajar kembali normal. Untuk kegiatan belajar di bangunan yang dindingnya rubuh ini, kita pindahkan ke perpustakaan. Selanjutnya, kita masih menunggu petunjuk dari Dinas Pendidikan, entah bagaimana untuk menggantikan bangunan yang rusak ini,”demikian Anwar.(hnf)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: