Semarak Karnaval Budaya Sulawesi Tengah

Semarak Karnaval Budaya Sulawesi Tengah

PALU – Karnaval Budaya yang digelar UPTD Taman Budaya Sulawesi Tengah dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-51 Provinsi Suawesi Tengah di Jalan S...

Ada Oknum Mahasiswa Berprofesi Sebagai Pencuri Ranmor
Laksanakan Workshop Konstitusi dan Ketatanegaraan, MPR RI Kolaborasi dengan Untad
“Pateni”, Kata dalam Bahasa Jawa dalam Pertemuan Antasari-Sigid-Wiliardi

PALU – Karnaval Budaya yang digelar UPTD Taman Budaya Sulawesi Tengah dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-51 Provinsi Suawesi Tengah di Jalan Sam Ratulangi Palu, Jumat (10/4/2015) berlangsung semarak. Sedikitnya 13 tim dari berbagai unsur etnis dan budaya tampil dengan kekhasan budaya yang dimilikinya.

Tak ayal lagi, sepanjang jalan Sam Ratulangi, Sudirman hingga Moh. Hatta (Taman GOR) dijubeli warga yang ingin menyaksikan langsung keunikan setiap tim karnaval tersebut.

Peserta dari Morowali Utara misalnya, tampil dengan keunikan yang dimilikinya. Seorang dara dengan pakaian berdesain kontemporer didayangi oleh sejumlah penari berpakai khas Mori cukup memukau penonton yang berjubel. Tak hanya beraksi dengan pakaian yang dikenakan, mereka juga menampilkan tarian khas dengan apik.

Begitu pula peserta dari Kabupaten Tolitoli yang mengandalkan pakaian berornamen tumbuhan dan bunga yang sempat mencuri perhatian penonton. Desain yang demikian artistik ditambah dengan gemulai sejumlah pengiringnya menambah dramatik atraksinya.

Penampilan heboh ditunjukkan oleh komunitas adat dari Kulawi, Kabupaten Sigi. Tari sakral bernama Raego menghipnotis para penonton. Terlebih pakaian yang dikenakan oleh komunitas adat tersebut adalah pakaian kebesaran yang bahannya terbuat dari kulit kayu. “Ini benar-benar asli,” celetuk salah seorang penonton.

Mahasiswa dari FKIP Untad tak mau kalah. Dengan pakain yang didesain secara kontemporer berbahan barang-barang yang didaur ulang tak kalah menariknya. Tak sedikit warga yang menonton pawai itu nekat mendekat untuk foto bersama.

Unsur etnis lainnya seperti Jawa, Tionghoa, Banjar, Bali juga tak ketinggalan. Kesenian dan budaya daerah tetap ditonjolkan. Jawa misalnya menampilkan seni Reog dan kuda lumping. Sedangkan dari Jawa-Tondano menampilkan cuplikan upacara pernikahan yang lazim dijalankan di komunitas tersebut.

Lain lagi dengan etnis Tionghoa yang menampilkan Cici dan Koko-nya dengan back show atraksi barongsai. Bali bahkan bahkan tampil all out dengan tari kecak-nya yang kesohor itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Ardiansyah mengaku, karnaval itu menjadi agenda tahunan atau even budaya rutin. “Selain hiburan, juga sebagai wahana untuk membangun kesepahaman bahwa di antara kita ada begitu banyak keragaman yang tumbuh dan berkembang, dan satu sama lainnya harus saling  menghormati,” sebutnya.

Foto-foto karanval budaya Sulawesi Tengah tersebut dapat dilihat pada sesi lainnya di portal ini. (afd)

sumber: beritapalu.com

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: