Semprot Tubuh dengan Disinfektan saat Masuk Banggai Harap Dihentikan, WHO: Berbahaya

Semprot Tubuh dengan Disinfektan saat Masuk Banggai Harap Dihentikan, WHO: Berbahaya

Kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai yang menyemprotkan disinfektan ke tubuh manusia secara sporadis dipergunjingkan. Hal itu setelah...

Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan
Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan
Istana: Darurat Sipil Opsi Terakhir

Kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai yang menyemprotkan disinfektan ke tubuh manusia secara sporadis dipergunjingkan. Hal itu setelah beredar foto-foto orang yang masuk ke daerah Kabupaten Banggai di Balingara, Perbatasan Kabupaten Tojo Una-Una dengan Kabupaten Banggai, yang disemprot disinfektan beredar viral.

Masyarakat yang masuk wilayah Kab. Banggai disemprot secara sporadis dengan disinfektan. (Foto Netizen)

 

Ardiawan, salah seorang mahasiswa yang masuk ke wilayah Kabupaten Banggai pada Minggu (5/4/2020) mengaku dirinya bersama tiga orang temannya diberhentikan saat memasuki wilayah Kabupaten Banggai di Balingara. Dirinya mengaku tidak mempermasalahkan pemberhentian itu karena di situasi saat ini langkah pemerintah untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 harus didukung. Namun, perlakuan yang diprotesnya adalah orang-orang yang masuk disuruh berdiri dan disemprotkan disinfektan dalam jumlah yang banyak.

Torang disuruh berdiri dan disemprot seperti hama tanaman. Itu tidak masuk akal karena bisa membahayakan orang yang disemprot. Coba kalau masuk ke mata atau mulut, siapa yang bertanggungjawab. Akhirnya, bukan Corona yang hilang, tapi malah keracunan,” jelasnya.

Pernyataan Ardiawan itu sejalan dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Pihak Kementerian Kesehatan, bahkan WHO. Disinfektan, dalam pernyataan kedua lembaga bidang kesehatan itu, tidak boleh disemprotkan ke tubuh manusia. Jika terkena selaput mata, masuk ke hidung atau mulut, dapat membahayakan orang yang terkena. Dalam rilisnya, WHO menyatakan penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia secara langsung dapat menimbulkan risiko kesehatan, dan menyebabkan iritasi serta gangguan pernapasan.

Salah seorang pakar Kesehatan Masyarakat di Kota Palu saat dihubungi menyampaikan, tindakan yang dilakukan oleh petugas di wilayah Kabupaten Banggai itu keliru. Hal yang harus dilakukan, ujarnya, adalah memeriksa suhu tubuh dan riwayat perjalanan orang-orang yang masuk di wilayah Kabupaten Banggai. “Termasuk juga untuk wilayah lain. Mohon jangan dilakukan penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia, itu berbahaya. Yang harus dilakukan itu, periksa suhu tubuh, data riwayat perjalanan, dan kalau perlu berikan asupan vitamin. Saya kurang tahu itu saran dari siapa, yang jelas jangan lagi dilakukan. Semoga Dinkes Luwuk bisa melakukan upaya preventif yang lebih soft,” jelasnya. (ss07)