Sudah Tersangka, Posisi Aminuddin di Golkar Tetap Aman

Sudah Tersangka, Posisi Aminuddin di Golkar Tetap Aman

PALU – Menyandang status tersangka, sepertinya bukan masalah bagi Aminuddin Ponulele. Buktinya, meski sudah jadi tersangka kasus dugaan korupsi pemban...

Istana: Darurat Sipil Opsi Terakhir
Bukan Napi Koruptor, Presiden Tegaskan Pembebasan Hanya untuk Napi Tipidum
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan

PALU – Menyandang status tersangka, sepertinya bukan masalah bagi Aminuddin Ponulele. Buktinya, meski sudah jadi tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan kolam renang di lokasi eks STQ, namun Ketua DPD Golkar Sulteng Aminuddin Ponulele dipastikan tetap “aman” dengan posisinya.

Wakil Sekretaris Partai Golkar, Muhammad Iqbal Andi Magga, dihubungi di kantor DPRD Palu kemarin (2/3) menyatakan, Partai Golkar tidak memiliki pakta integritas seperti yang ada di Partai Demokrat. “Di Partai Demokrat itu, setelah kadernya menjadi tersangka, sudah harus mengundurkan diri sebagai pengurus partai dan jabatannya ditanggalkan. Karena mereka menandatangani pakta integritas,” kata Iqbal kemarin.

Namun, hal seperti itu kata juru bicara Partai Golkar Sulteng ini, tidak berlaku di partai berlambang beringin itu. “Karena memang, Golkar tidak memiliki pakta integritas seperti itu,” sambungnya.

Apalagi kata Iqbal, kasus hukum yang menimpa Aminuddin Ponulele bukan kasus yang melibatkan Partai Golkar secara institusi. Iqbal menandaskan, Aminuddin dijadikan tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan gubernur.

“Tidak akan ada dampak dari kasus yang menimpa Ketua DPD Golkar, terhadap jabatannya sebagai ketua partai ,” ujar Iqbal mantap.

Olehnya itu katanya, dipastikan dalam waktu dekat, tidak akan ada tindakan apa-apa dari partai terhadap Aminuddin. Apalagi sampai menggelar musyawarah luar biasa demi mengganti pucuk pimpinan.

Yang akan dilakukan Golkar kata Iqbal, justru akan memberikan bantuan hukum kepada Aminuddin. “Golkar pasti memberi bantuan hukum terhadap kadernya yang terkena masalah hukum,” kata Iqbal.

Pemberian sanksi, baru bisa dilakukan jika pelanggaran yang dilakukan Aminuddin memang melibatkan Partai Golkar secara langsung.

“Ini berdasarkan Peraturan Organisasi Nomor 07 tahun 2011 tentang disiplin dan sanksi organisasi tentang pemberhentian pengurus dan anggota partai,” katanya.

Dikatakan, kasus seperti yang diatur dalam peraturan Organisasi nomor 07, tidak termasuk dalam kasus yang menimpa Aminuddin.

Apalagi untuk Aminuddin kata dia, statusnya baru sebagai tersangka. “Bisa saja pengadilan memutuskan beliau tidak bersalah,” yakin dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Sulteng telah menetapkan Aminuddin Ponulele bersama delapan orang lainnya menjadi tersangka, terkait kasus dugaan korupsi pembangunan kolam renang, pada Jumat pekan lalu.(zai)

Sumber: Radar Sulteng