Tahun Ini Tidak Ada Rekrut Guru Baru

Tahun Ini Tidak Ada Rekrut Guru Baru

PALU- Keinginan para guru pendidikan dasar (SD dan SMP) di Sulteng untuk melanjutkan studi yang dibiayai pemerintah, untuk sementara belum bisa terpen...

Semprot Tubuh dengan Disinfektan saat Masuk Banggai Harap Dihentikan, WHO: Berbahaya
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan
Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan

PALU- Keinginan para guru pendidikan dasar (SD dan SMP) di Sulteng untuk melanjutkan studi yang dibiayai pemerintah, untuk sementara belum bisa terpenuhi. Pasalnya tahun ini, pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulteng tidak merekrut baru guru-guru untuk ikut program kualifikasi guru.

Peningkatan kualifikasi guru memang sudah menjadi program tahunan Dinas Dikbud Sulteng. Tahun 2014 lalu, sejatinya instansi itu tetap mengagendakan program kualifikasi guru yang melekat di Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) itu.

Kepala Dinas Dikbud Sulteng H Ardiansyah Lamasitudju SPd MSi melalui Kabid Pendidikan Dasar Hj Nursila Wumbu SE MSi mengatakan, karena keterbatasan anggaran sehingga tahun 2015 pihaknya tidak merekrut baru guru-guru untuk ikut program kualifikasi guru baik untuk strata 1 (S1) atau ke strata 2 (S2). ”Tahun ini kita tidak merekrut baru, kecuali hanya melanjutkan yang sudah ikut pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Nursila didampingi Nurseha, kepala Seksi P2TK Dikdas dan Kurikulum, pekan lalu.

Nursila mengatakan, para guru yang ikut program kualifikasi guru dan dibiayai pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya diperkirakan selesai pada tahun 2016. Pada tahun ini pihaknya mengusulkan kuota sebanyak 120 guru untuk program kualifikasi S1 dan sebanyak 60 orang untuk program kualifikasi S2.

Menurut data Dinas Dikbud Sulteng memulai program kualifikasi guru pada tahun 2006 untuk S1 dan tahun 2007 untuk S2. Jumlah guru pendidikan dasar sampai dengan tahun 2014 sebanyak 18.770 guru SD dan 7.481 guru SMP baik yang berstatus PNS dan maupun PTT atau pengajar tidak tetap.

Nursila mengatakan, selain dari pemerintah provinsi,  pemerintah pusat juga menyediakan anggaran beasiswa bagi guru pendidikan dasar di seluruh Indonesia. Jadi hal itu merupakan kesempatan bagi guru-guru melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, selain dibiayai pemerintah provinsi.

Karena kuotanya terbatas, maka untuk lolos mendapatkan beasiswa pemerintah pusat itu harus melalui serangkaian seleksi ketat. Sayangnya guru-guru di Sulteng belum ada yang mendapatkan beasiswa itu. ”Pernah ada beberapa guru yang ikut, namun tidak lolos. Mungkin karena kalah bersaing dengan guru-guru lainnya,” kata Nuseha. (af/*)

Sumber: Radar Sulteng