TEMU AKBAR ORTU MAHASISWA KEDOKTERAN FKIK UNTAD 2011-2014

Bila tidak ada aral melintang, Rektor Universitas Tadulako Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS akan mengundang orangtua mahasiswa Prodi Kedokteran, F...

Hasil Lab Keluar, Bupati Morut Positif Covid-19
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan
Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan

Bila tidak ada aral melintang, Rektor Universitas Tadulako Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS akan mengundang orangtua mahasiswa Prodi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Universitas Tadulako angkatan 2011 sampai dengan 2014 pada Kamis (20/11), bertempat di MediaCenter, Universitas Tadulako. Dalam temu akbar dan silaturahim tersebut, Rektor akan memaparkan dana-dana yang masuk sejak 2011 sampai dengan 2014, baik yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) maupun yang bersumber deri Rupiah Murni (APBN) yang telah menyatu sebagai DIPA Universitas Tadulako. Di samping itu, Rektor juga akan mengukuhkan Kepengurusan Himpunan Kekeluargaan Orangtua Mahasiswa (HIKOM) Kedokteran angkatan 2011 sampai dengan 2014, sesuai dengan masa kepemimpinan Rektor Untad 2011-2015.

Penegasan ini disampaikan salah seorang Pengurus HIKOM-12 Kedokteran FKIK angkatan 2012, Prof Dr Ir H Alam Anshary MSi kepada redaksi Suarasulteng.com, di ruang kerjanya belum lama ini. Menurut Prof Alam, ada empat kepengurusan HIKOM yang akan dikukuhkan Rektor, yakni HIKOM-11, HIKOM-12, HIKOM-13, dan HIKOM-14 sesuai dengan angkatan masing-masing. Jadi, lanjut Dekan Faperta yang anaknya masuk kedokteran angkatan 2012 ini, khusus untuk mahasiswa kedokteran angkatan 2011 sampai dengan angkatan 2014, tidak mengenal terminology Persatuan Orangtua Mahasiswa (POTMA) tetapi hanya HIKOM sesuai dengan angkatan. Istilah POTMA mungkin hanya untuk angkatan 2008 sampai dengan 2010. Keran itu, lanjut Alam, pihaknya mengharapkan agar HIKOM ini fokus pada upaya-upaya mengawal anak kita masing-masing agar bila ada yang memerlukan koordinasi karena ada hal-hal akademik atau hal-hal lainnya, maka HIKOM inilah yang menyampaikan kepada pimpinan  FKIK dan pimpinan Universitas Tadulako.

“Mohon maaf, saya sedikit heran, sebab yang getol menyuarakan dana hibah yang kesannya dijadikan alat politik, bukan dari kami-kami orangtua mahasiswa kedokteran angkatan 2011-2014”. Orangtua mahasiwa angkatan 2011 sampai 2014 tidak ada masalah dan begitu yakin tidak ada penyimpangan, tetapi malah orangtua angkatan di luar 2011-2014 yang ngotot seolah berjuang untuk orangtua mahasiswa angkatan 2011-2014. Jadi, dengan dikukuhkannya kepengurusan HIKOM-11 sampai HIKOM-14, tidak boleh lagi ada pihak lain di luar HIKOM-11 sampai HIKOM-14 yang mau mengatasnamakan kami. Biarkan kami dari HIKOM yang berkoordinasi dengan pimpina FKIK dan pimpinan Universitas Tadulako bila ada hal-hal yang memerlukan penjelasan atau klarifikasi, terang Alam.

Hal senada juga disampaikan Muslimin SH, salah seorang pemerhati pendidikan di kota Palu. Menurutnya, selama ini pihaknya juga merasa ada yang lucu, sebab setahu saya, oknum orangtua yang kelihatan ngotot menjelang dan setelah pemilihan rektor Untad adalah oknum yang anaknya masuk kedokteran tahun 2008. Tetapi mengapa yang dia ungkit-ungkit dana hibah dari mahasiswa angkatan 2011-2013, tanya Muslimin heran. Kalau saya pimpinan Untad, Tanya dia, “nyumbang berapa sih dulu waktu anaknya masuk kedokteran tahun 2008”? Khawatir saya, sumbangannya kecil tapi suara paling keras. Kalau murni perjuangan tidak apa-apa, tapi kalau tujuan politik, tidak usah didengar. Masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya masyarakat kota Palu sangat cerdas melihat sebuah manuver politik. Anak masuk angkatan 2008, yang dimasalahkan kiri kanan di media massa cetak dan online hibah orangtua angkatan 2011-2013. Kirim surat ke sana ke mari tinggal Tuhan Yang Maha Esa yang tidak dikirimi. Aneh kan? Ada apa? Kata Muslimin kepada Suarasulteng.com(ss)