Total Solar Eclipse 2016 Berpotensi Secara Ekonomi

Total Solar Eclipse 2016 Berpotensi Secara Ekonomi

PALU – Momentum Gerhana Matahari Total pada 9 Maret 2016 (Total Solar Eclipse 2016) tidak hanya berpotensi besar membangkitkan pariwisata Kota Palu, t...

Inilah 3 Orang Yang Akan Mengsinspirasi Bisnis Di Dunia Online
Cemilan Unik Inspirasi Usaha di Tahun 2016
Rupiah Baru, Salah Satu yang Teraman di Dunia

PALU – Momentum Gerhana Matahari Total pada 9 Maret 2016 (Total Solar Eclipse 2016) tidak hanya berpotensi besar membangkitkan pariwisata Kota Palu, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Wisatawan asing maupun dalam negeri yang datang ke Palu untuk melihat langsung fenomena alam itu akan memberi kontribusi nyata di bidang ekonomi.

Demikian antara lain formulasi yang didapatkan dalam diskusi dengan topik Palu Total Solar Eclipse 2016 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Palu dan dibuka oleh Walikota Palu, Rusdi Mastura di Swissbell Hotel, Kamis (2/4).

Dirjen Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Even Kementeria Pariwisata, Akhyarudin, SE, M.Sc yang menjadi salah seorang narasumber pada kegiatan itu menyebutkan, ada banyak hal yang bisa dilakukan terkait dengan kejadian alam yang siklusnya bisa mencapai 40 tahun setiap kejadiannya itu.

“Ini adalah momentum besar yang diciptakan Allah SWT. Ini berbeda dengan kegiatan seperti Sail Raja Ampat atau Sail Tomini yang direncanakan atau dibuat. Ini adalah fenomena alam yang sangat langka dan seharusnya dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor wisata dan ekonomi,” sebutnya.

Ia mengatakan, beberapa bentuk kegiatan bisa dilakukan seperti menunjukkan kekhasan lokal. Ini menarik lanjutnya karena yang akan datang di Palu pada gerhana matahari itu adalah orang dari luar. Selain ingin menyaksikan gerhana matahari, mereka juga ingin menyaksikan sesuatu yang unik dan hidup di daerah ini.

Menurutnya, orang dari luar membayar mahal untuk datang ke Palu hanya untuk menyaksikan 2 menit 6 detik puncak gerhana matahari di Palu. “Tentu mereka sudah datang di Palu jauh sebelum hari itu dan tidak mungkinlah setelah melihat gerhana matahari mereka langsung pulang,” sebutnya.

Tentu saja katanya ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemda dan warga Palu. Mampukah membuat event yang bisa menarik minat dan kantong mereka, imbuhnya.

Di beberapa tempat lanjutnya, fenomena alam demikian banyak dikejar oleh orang tertentu hingga muncul istilah “hunter”. Ia meyakini hunter gerhana matahari itu juga akan menyambangi Palu karena titik terbaik menyaksikan gerhana matahari total itu ada di Palu. “Pertanyaannya sekarang, apa yang bisa dilakukan. Siapkah kita?” tanyanya.

Selain Akhyarudin, narasumber juga diisioeh Dr. Mahasena Putra, Astrnom Bosscha Observatory, Institut Teknologi Bandung. (afd)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: