UNTAD MILIKI PROGRAM PROFESI INSINYUR

UNTAD MILIKI PROGRAM PROFESI INSINYUR

PROF MAHFUDZ: Masing-Masing Fakultas Memiliki BKT — Program Studi Program Profesi Insinyur (PPI) resmi dibuka di Universitas Tadulako. Itu ditan...

Bukan Napi Koruptor, Presiden Tegaskan Pembebasan Hanya untuk Napi Tipidum
Istana: Darurat Sipil Opsi Terakhir
Oknum AR yang Ditangkap Polda Bukan Dosen Untad

PROF MAHFUDZ: Masing-Masing Fakultas Memiliki BKT

Program Studi Program Profesi Insinyur (PPI) resmi dibuka di Universitas Tadulako. Itu ditandai dengan dikeluarkannya izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) melalui Keputusan Mendikbud Nomor 811/M/2020 yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Jenderal, Prof Ainun Naim.

Dalam SK Mendikbud itu, dinyatakan bahwa Universitas Tadulako dinilai layak untuk menyelenggarakan PPI. Dengan begitu, Prof Dr Ir Mahfudz MP ASEAN Eng menyampaikan, Prodi PPI nantinya akan berada di bawah naungan langsung Universitas Tadulako. Hal itu karena PPI akan membuka Bidang Kejuruan Teknik (BKT) di Fakuktas Kehutanan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan, dan Fakultas Teknik.

“Jadi PPI tidak akan di bawah naungan fakultas tertentu karena dalam SK Mendikbud tidak menyebutkan satu pun nama fakultas. Namun, fakuktas yg telah saya sebutkan tadi akan membuka BKT masing-masing yakni BKT Teknik di Fatek, BKT Kehutanan di Fahut, BKT Pertanian di Faperta, BKT Peternakan di Fapetkan,” ujar Rektor.

Pembukaan PPI itu disyukuri oleh Dekan Fakultas Kehutanan, Dr Ir Adam Malik MSc IPU ASEAN Eng. Dr Adam Malik saat dikonfirmasi menyatakan dirinya bersyukur dengan adanya izin pembukaan PPI. Hal itu karena Fakultas Kehutanan dapat ikut serta menyelenggarakan PPI melalui BKT Kehutanan. “Kami akan siapkan semua hal yang berkaitan dengan proses akademik nantinya,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh Dr Ir Muhardi MSi ASEAN Eng, Dekan Fakultas Pertanian. Dr Muhardi menyatakan Faperta siap untuk turut serta menjadi bagian dari PPI. “Tentu saja, ini akan dapat mendorong lulusan sarjana pertanian dan agribisnis untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke profesi untuk mendapatkan gelar Insinyur Profesional, ujar Dr Muhardi. (ss03)