Verifikasi Dukungan Calon Independen Harus Diperpanjang

Verifikasi Dukungan Calon Independen Harus Diperpanjang

PALU –  Jika Pemilihan Gubernur (Pilgub)  disatukan dengan Pemilihan Bupati (Pilbub)  dan Pemilihan Walikota (Pilwakot), pada tahun depan, KPU Palu me...

Rektor Untad Kembali Lakukan Pembohongan
Semprot Tubuh dengan Disinfektan saat Masuk Banggai Harap Dihentikan, WHO: Berbahaya
Darurat Covid-19, Menag Rilis Panduan Ramadan

PALU –  Jika Pemilihan Gubernur (Pilgub)  disatukan dengan Pemilihan Bupati (Pilbub)  dan Pemilihan Walikota (Pilwakot), pada tahun depan, KPU Palu meminta supaya jadwal verifikasi dukungan calon harus diperpanjang.

Menurut Ketua KPU Palu, Marwan P Angku, jika Pilgub digabung dengan Pilwakot kemudian ada calon dari jalur perseorangan yang akan maju, maka

verifikasi  faktual dukungan terhadap calon independen ini sangat berat, karena ada dua tahapan yang harus dikerjakan secara bersama-sama.

Dalam memfaktualkan pendukung, maka KPU akan langsung mendatangi rumah-rumah pemilik KTP yang memberikan dukungan. “Meskipun hanya sampel, namun yang harus diverifikasi itu pasti sangat banyak, ” tukas Marwan lagi.

Jika jadwal verifikasi tidak diperpanjang, maka ini akan menjadi pekerjaan berat bagi anggota KPU. “Soal berapa sampel yang akan diverfikasi, kami masih menunggu peraturan dari KPU pusat,” imbuhnya.

Dijelaskannya, sampel di semua wilayah, harus didatangi satu persatu, untuk mengetahui apakah KTP dukungan yang diserahkan kepada calon perseorangan, benar-benar memberikan dukungan atau tidak. “Lebih berat lagi, jika di provinsi ada beberapa pasangan independen yang maju, kemudian di Kota Palu pasangan independen juga lebih dari satu. Tentunya, akan menjadi tugas yang berat untuk memverifikasi dukungan tersebut,” jelas Marwan lagi.

Karena itu, kata dia, dalam pertemuan di KPU provinsi belum lama ini, sudah ada keinginan untuk memperpanjang jadwal verifikasi faktual. Jika Pilkada digeser ke Februari 2016, maka Pilgub bakal disatukan dengan pemilihan Bupati dan Walikota di tujuh daerah. Pasalnya, semua kegiatan Pilkada yang digelar pada 2016, harus dimajukan ke bulan Februari 2016.(af/*)

Sumber: Radar Sulteng